0

Hamukti Palapa

Posted by nad
Salah satu sumpah Gajah Mada dalam hidupnya adalah berhamukti palapa yang terkenal itu sampai mimpinya yang besar itu terwujud. Mimpi itu adalah menyatukan Nusantara di bawah perlindungan Majapahit. Sumpah lainnya ada untuk menghindari Hamukti Wiwaha, dan mati dengan Hamukti Moksa. Aku abis baca lima jilid cerita Gajah Mada yang ditulis dengan penuh perjuangan riset oleh Langit Kresna Haryadi. Dan aku mencoba memperkenalkannya.

Hamukti Wiwaha, Hamukti Palapa, dan Hamukti Moksa, sebenarnya bukan sumpah yang terpisah-pisah. Ketiganya memperlihatkan idealisme Gajah Mada sebenarnya.

Gajah Mada bersumpah akan menjauhi Hamukti Wiwaha, yaitu sikap menikmati hidup karena berharta dan berpangkat, menikmati kekuasaan dan hidup bermewah-mewahan, dan sebagainya. Gajah Mada bersumpah untuk melakukan sebaliknya, yaitu Hamukti Palapa, atau hamukti lara lapa, dengan sengaja hidup secara berprihatin, menghindari kemewah-mewahan dan kesenangan dunia sampai Gajah Mada meraih mimpinya, menyatukan Nusantara.

Sedangkan Hamukti Moksa adalah sikap hidup tak terlacak. Tanpa jelas asal-usulnya, siapa bapak atau ibu dari seorang Gajah Mada, dari keluarga yang seperti apa dia berasal, Gajah Mada melakukan sesuatu yang besar untuk negaranya, dan kemudian mati tanpa diketahui dimana dikuburnya, mati tanpa meninggalkan keturunan, mati tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Begitulah Gajah Mada.

Berikut kutipan sumpah yang diucapkan Gajah Mada ketika pidato pertamanya saat baru diangkat sebagai Mahapatih Majapahit.

"Untuk mewujudkan keinginanku atas Majapahit yang besar, untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan bersenang-senang dahulu. Aku akan memilih kebalikannya, aku akan hamukti palapa sampai kapanpun, sampai Majapahit yang aku inginkan dan kita inginkan bersama menjadi kenyataan. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung, yang itulah hakikat dari sumpahku, Sumpah Palapa, semata-mata demi kebesaran Majapahit."

"Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Plembang, Tumasek, samana ingsun amukti palapa." Jika berhasil menundukkan Nusantara, aku baru akan beristirahat. Jika Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasek, telah tunduk, barulah aku akan beristirahat.

0 Comments

Poskan Komentar

mana komennya?
biar makin rame, biar diskusi makin seru,

Copyright © 2009 nad anak aneh All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.