0

novel bagiku bukan bagi bayu

Posted by nad
Bayu pernah meremehkanku karena buku-buku yang kubaca hanyalah novel. Dan aku tidak terima dengan pernyataannya. Di dunia ini memang banyak buku bodoh tidak beranfaat dan buku bodoh itu memang sebagian besar adalah novel murahan. Tapi, buku bagus di dunia ini, meskipun sedikit, yang terbanyak adalah novel.

Karena buku-buku novel banyak yang bagus dan banyak juga yang nggak, selektif memilih dan cerdasnya pemilih buku itulah yang utama. Buku-buku itu sebenernya menawarkan dunia baru yang ingin ditunjukkan pada pembaca. Penawaran dunia yang jauh beda dengan dunia pembaca sehingga pemikiran pembaca dapat terbuka dengan dunia diluar pemikirannya.

Beda dari buku-buku non-fiksi yang kaku dan kelihatan terlalu memaksakan pemikirannya, novel atau sastra justru lebih mampu mempengaruhi pemikiran seseorang, sadar ataupun tidak sadar.

Bayu tidak sadar, kasihan, begitu banyak dunia di luar sana yang jauh berbeda dan itu menakjubkan. Dia terlalu mencap sesuatu hal buruk padahal belum tahu hal baik lainnya. Kebaikan memang sulit ditemukan. Tapi ketika ia ada, ia menjadi jauh lebih penting dari yang lainnya.

01juli2009

1

apa itu cinta tanya ida

Posted by nad
Ida sms aku tadi malem tentang cinta. Dia bingung dengan apa yang ia rasakan terhadap *sensored*. Tapi aku sama sekali ga berniat ngegodain dia dengan itu. Biasa aja, toh hal itu memang normal.

Ida pertama nanya, apakah perasaan mengkhawatirkan orang lain itu berarti dia suka terhadap orang tersebut?
Well, salah kaprah pertanyaannya itu.

Kalo aku suka kepada orang, aku akan dengan mudah berkomunikasi dengannya, mudah bergaul dengannya, nyaman bila berada di dekatnya. Suka berarti menyukai karakternya. Menganggapnya orang baik. Itu yang aku katakan suka. Begitu juga kalau aku bilang aku tidak suka kepada orang. Berarti aku tidak suka dengan karakternya, aku tidak setuju dengan tingkah lakunya, atau apapun yang membuatku tidak ingin bergaul dengan dirinya. Itu semua perasaan suka dan tidak suka.

Mengkhawatirkan keadaan orang lain, siapapun, itu berarti perasaan sayang karena pasti kita tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya. Perasaan sayang itu normal tejadi pada siapapun untuk siapapun. Fitrah manusia untuk menyayangi makhluk yang lain.

Dan cinta, adalah pertanyaan Ida yang terbesar. Bagaimana seseorang cinta kepada orang lain? Bagaimana rasanya dan selanjutnya apa?

Aku mendiskusikan terlebih dahulu apa pengertian cinta dengan Haikal, apa yang kami rasakan dan bagaimana kami menyikapinya.

Haikal dan aku sepakat beberapa hal, dan sepakat untuk berbeda untuk beberapa hal pula. Kami sepakat bahwa menilai cinta kepada orang lain adalah dengan melihat efek yang terjadi ketika orang itu tidak ada di samping kita. Misalnya, kalau dia tidak pernah muncul dalam hidup Ida, apa pengaruhnya? Apakah setelah bertemu ada banyak perubahan-perubahan membaik yang terjadi pada Ida? Atau bahkan tidak terjadi perubahan sama sekali, dan tidak berpengaruh apa-apa. Bisa diliat jga, bila sekarang orang itu pergi dalam arti meninggal, atau ndak kuliah lagi di Jogja atau ndak pernah lagi sms atau muncul di depan Ida karena Ida gatau alasannya apa, Ida akan bagaimana? Mencari dirinya dan meminta alasannya yang masuk akal itu normal. Tapi sebenernya apa yang Ida rasakan tepatnya? Hancur tanpa kekuatan untuk bangkit, atau hanya menangis sekali dua kali dan setelah itu mencoba untuk melupakannya? Atau tidak akan pernah melupakan sampai mati dan berani hidup hanya dengan bayangannya? Bagaimana, Da?

Dan yang membuatku dan Haikal tidak sependapat adalah, Haikal mengatakan, perasaan cinta itu pasti ada kata saling. Kedua pihak merasakan hal yang sama dalam cinta. Aku tidak setuju pernyataannya, dan memilih untuk menyatakan, entah saling atau tidak, seseorang mencintai dengan tulus terus meskipun orang itu menolaknya berkali-kali dan meninggalkannya. Itu cinta jika perasaan itu tidak berkurang dan tidak menjadi benci. Disanalah kuat tidaknya perasaan itu diuji.

Namun ketika rasa yang diakui cinta itu hilang hanya sejenak, itu bukan cinta. Melupakan perasaan cinta sebenernya butuh waktu bertahun-tahun, bahkan proses melupakan itu berlangsung sampai mati. Disitu yang namanya cinta. Silahkan menilai perasaanmu sendiri, Da. Jangan berbohong pada hatimu sendiri.

1juli2009 - baca tulisanku ya, Da

2

semangat donk

Posted by nad
Aku berangkat ke Coffee Break pake baju baru. Baju kaos t-shirt yang dikasih mas hilmy buat aku karena udah ngajak dia keliling Jogja kemaren. Sebenernya kan ajakannya bukan apa-apa sih, aku malah yang makasih sama dia karena ikutan. Tapi dia tetep ngasih dan aku tetep nerima^^.

Kaosnya sablonan Gadjah Mada (mukanya), meskipun menurutku desainnya masih kurang sempurna, (saran buat desainnya ya mas hil, gambar mukanya Gadjah Mada harusnya lebih gede lagi, terus tulisan quote yang di belakang itu, harusnya diturunin lagi, gitu doang ko mas, selebihnya oke!), tapi okelah, lumayan bagus ko! Aku suka banget sama kaosnya. Sebenernya kaos ini adalah salah satu produk keluaran komunitas mas Hilmy yang namanya Semangat Donk. Komunitas ngeluarin produk untuk ngebiayain kegiatan-kegitan komunitas mereka. Dan aku iri dengan mas hilmy yang udah melakukan banyak hal padahal aku belum melakukan apa-apa.

Orang yang aktif di komunitas mas hilmy, Semangat Donk, itu cuma ada 13 orang aktif. Yang laen ada, tapi mbantu-mbantu. Dan mas Hilmy adalah orang kedua disana. Ia dan satu orang lagi lah yang mendirikan komunitas itu.

Awalnya mereka berdua berencana untuk mengembangkan kepribadian anak-anak muda (targetnya pelajar SMP-SMA) sehingga mereka berani bermimpi dan tidak hanya menjadi pelajar-pelajar biasa saja. Mas hilmy melihat siswa-siswa Purwokerto tidak percaya diri dengan apa yang mereka punya, terlalu rendah diri karena merasa mereka berada di sekolah pinggiran, sehingga tidak berani bermimpi untuk hal yang lebih besar lagi. Hal ini yang ingin dirubah mas Hilmy. Tidak peduli dari SMA mana, yang penting sebesar apapun mimpi yang kita punya dan sekeras bagaimanapun usaha yang kita lakukan untuk mewujudkannya.

Kegiatan-kegiatan komunitas Semangat Donk ini misalnya dengan menyebarkan koran dinding di tiap-tiap sekolah SMP dan SMA di Purwokerto, yang berisi tulisan-tulisan motivasi dan pencerahan pemikiran untuk anak muda. Selain itu ada training motivasi gratis, yang diisi oleh teman-teman sendiri sehingga bisa diminimalkan pengeluaran dan ditekan hingga gratis.

Karena kegiatan-kegiatan komunitas berkembang. Sekarang, komunitas Semangat Donk terdiri dari tiga divisi besar, kalo ga salah yah, komunitas, pengembangan kegiatan, dan bisnis. Mas Hilmy, ngurusin bisnis (pantesan aja dia nyebar-nyebarin stiker trus ngasih aku kaos, hehe, orang dia juragannya, hehe). Tenang mas, sebagai sahabat pemikiran dan simpatisan komunitas, aku bantu pamer-pamerin, hehe.

Komunitas dengan 13 orang pemuda, kalo dibandingin jumlah, jelas kalah kalo ngebandinginnya sama BEM yang bisa ratusan orang anggotanya (10kalinya bro!). Tapi 13 orang ini, seperti yang udah dibuktikan mas hilmy dalam Semangat Donk, bisa melakukan banyak hal untuk mengguncang Purwokerto. Dan mungkin, kedepannya juga akan mengguncang dunia.

Bandingkan dengan BEM. Aku jelas sungguh iri dengan mas Hilmy. Apa coba yang sudah aku lakukan bagi anak-anak Indonesia? Ups,tiba-tiba ada banyak ide dalam pikiranku. Tapi balik lagi. BEM berisi 10x lebih banyak orang tapi apa yang udah kami lakukan? Tidak ada. Malah mungkin kami sudah membuang-buang begitu banyak uang namun tidak ada hasilnya. Dan komunitas buatanku Indonesia Butuh Anak Muda aja kemana tau dah. Hilang ditelan, masuk ke perut, kebuang.

Nad, kamu belum melakukan apa-apa. Kamu baru bermimpi. Tulislah disini ide-idemu. Dan kemudian cari orang untuk membantumu mewujudkannya. Mas Himy sedang menjalani mimpinya, Nad. Kamu juga bisa.

Jangan mati dulu, Nad. Sebelum melakukan sesuatu.

1juli2009

0

i had to write a lot things

Posted by nad
I HAD TO WRITE A LOT THINGS

Berangkat ke Coffee Break dengan hanya satu alsan : menulis. Ini tempat menyenangkan untuk mengeluarkan banyak tulisan sendirian. Tanpa ada seorangpun yang menginterupsi.

Aku tahu harus menulis banyak hal tentang kemarin, di jalan tadi, waktu berangkat naek sepeda, ide tulisan membanjir kesana-kesini, tapi ga mungkin di jalan aku berenti untuk menulis. Ide memang banyak keluar, tapi ketika dihadapkan pada kertas dan pulpen, seolah banyak hal mengganggu disekitar yang membutuhkan perhatian. Maka menulis adalah tidak mungkin saat itu.

Ida yang bertanya tentang cinta, hidup dengan sehat padahal pagi ini yang aku minum baru seteguk Coffee Latte di Coffee Break, catatan perjalanan yang kulakukan kemarin, hidupku yang sangat tidak teratur, sikap masyarakat Kota Gedhe yang berdoa pada Sendang Putri (kolam air untuk mandi putri), laki-laki para sahabatku yang beberapa diantaranya aku ajak bersepeda keliling Jogja bersamaan, dan tadi malam aku semangat tapi sekarang lemas karena kecapekan, dan rencana perjalanan kami ke Prambanan. Semuanya seharusnya yang akan aku tulis hari ini di Coffee Break.

1juli2009 

0

meremehkan fauzi karena diremehkan

Posted by nad
MEREMEHKAN FAUZI KARENA DIREMEHKAN

Kelelahan yang seharian hinggap sampai malam ini tidak begitu terasa ketika aku terlalu bersemangat menjalani hidup dan bahagia dengan hidupku. Tapi tadi Bayu sempat mengeluh betapa lelahnya hari ini dan kebetulan di dengar Fauzi, "Ngapain seharian ngepit? Ndak ada kerjaan laen po?" Aku muak dengan pertanyaannya. Karena ia tidak tahu betapa pentingnya hal yang kami lakukan, dan kasihan sekali dia tidak tahu.

Dia bertanya seperti itu karena menganggap pekerajan yang kami lakukan hari ini tidak ada gunanya dan hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Yang dianggapnya penting adalah melaksanakan rapat-rapat kerja, melakukan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Dan hal lain yang tidak menghasilkan apapun (dalam anggapannya) tidaklah penting dilakukan dalam hidup. Dan bersepeda keliling Jogja adalah hal seperti itu.

Aku tidak terima dengan anggapannya. Pandangan kami tentang hidup sangatlah bereda, dan karena dia meremehkan hal yang aku anggap penting dalam hidup, maka aku juga meremehkan pandangannya dalam hidup, meskipun dia sebenarnya bagus bila dilihat dari kualitas pekerjaannya selama di organisasi.

Manusia memang seharusnya berkontribusi pada dunia selama ia hidup. Tapi yang lebih penting selama ia hidup adalah, merasakan bahwa ia memang hidup dan merasaan kehidupan yang ia alami. Oke ia berkontribusi bagi dunia. Tapi merasakan bahwa dirinya hidup jauh lebih penting sebagai manusia, karena ia bukan robot.

Jadwal yang padat, kejadian-kejadian yang direncanakan, kesuntukan realitas kehidupan, rutinitas yang membosankan, adalah pekerjaan-pekerjaan robotik yang dilakukan manusia selama hidupnya. Target-target yang membebani juga hanyalah alat untuk memperbudak manusia.

Semua itu sebenernya normal bagi manusia. Jadwal, realita kehidupan, rutinitas, pekerjaan, dan target-target. Tapi ketika semua itu malah memperbudak manusia dan tidak membebaskannya kepada mimpinya, hal itu tidaklah penting. Dan harus segera dibuang.

Karena mengejar mimpi, melakukan segalanya dengan spontan, membuat kita lebih hidup. Dan hidup dengan menyenangkan!

30juni2009 - lebih hidup..

1

aku begini karena

Posted by nad
Buat apa aku bersepeda keliling Jogja hari ini? Buat apa aku berangkat semangat sekali tadi pagi? Buat apa aku bangun jam tiga tadi pagi, tumben-tumbenan? Buat apa aku melambaikan tangan dari atas benteng keraton selatan kepada para pengguna jalan di bawah tidak tahu malu? Buat apa aku menyusuri lorong bawah tanah di Taman Sari dan masuk ke ruang lingkar yang tersembunyi padahal terbuka? Buat apa lelah yang aku hasilkan hari ini? Buat apa keringat yang aku keluarkan seharian? Buat apa aku begitu getolnya mengajak teman-teman bersepeda? Buat apa aku memperbaiki sepeda dengan perjuangan yang berat kemarin? Buat apa aku sampai jatuh di tengah jalan saat sepatuku yang bolong-bolong nyangkut di standart sepeda pinjeman hingga lengan kananku sempat terkilir? Buat apa aku rela tidak terlena dengan keasyikan tidur setelah beberapa hari begadang?

Alasannya cuma ini,
aku ingin merasa hidup hari ini.

30juni2009 - hidup sekali

0

i miss coffee break..

Posted by nad
Coffee Break salah satu tempat yang mencandukan. Sekali kesana, merasakan nyamannya, menikmati betapa produktifnya diri, cepat tangan menulis, jalan otak berpikir, membuat kita ingin merasakannya lagi.

Di saat tubuh butuh momentum untuk melakukan hal positif namun terlalu lama untuk mendapatkannya, maka kita harus memaksa tubuh ini untuk menciptakan momentum itu. Pergi ke Coffe Break adalah salah satu caranya.

Coffee Break tempat yang mencandukan, lihat Bayu, dia pengen kesana lagi tapi ga ada temennya. Tapi disana mahal, aku lagi belum punya uang untuk kumpul, duduk, beli minum Coffee Latte disana. Tapi nanti, ketika aku sangat membutuhkan Coffee Break untuk sembunyi dari dunia, aku pasti akan kesana. Dengan berapapun uang yang aku bawa. Dan kontribusi apapun yang harus aku berikan.

Aku sekarang rindu Coffee Break, karena tubuhku butuh penyaluran pemikiran. Agar semua hal yang ada di dalam sini tidak mampet dan masuk ke mimpi karena kepikiran terus.

30juni209 - bersembunyi

0

manusia, the suistainable one

Posted by nad
Terlalu jauh kamu ngomong tentang sustainable dan pengaruhnya bagi bumi, kalau kamu ga nulis atau ga melakukan apapun untuk mewujudkan the suistainable world. Suistainable world adalah dunia yang bermanfaat bagi sekarang, tapi juga tidak mengurangi manfaat bagi generasi setelahnya. Intinya, kita harus tetep menjaga dunia, bagaimana menyelamatkan keberlangsungan dunia, dimulai dari bagian terkecil dari hidup kita.

Hakikatnya manusia hidup memang suistainable. Siklus kehidupan manusia dari lahir, makan, buang air, hingga mati dan terkubur, semuanya adalah sebuah sistem suistaianable. Allah menciptakan manusia dengan tanpa sisa, tanpa ada limbah yang tersisa yang mencemari dunia dan merugikan makhluk hidup yang lain.

Tapi ternyata selama hidupnya manusia malah mengeluarkan limbah dengan sengaja. Cara hidup yang selama ini manusia pilih adalah cara hidup yang paling buruk karena selama hidupnya ia malahan merusak kehidupan makhluk hidup yang lain. Membangun pabrik, membuang gas emisi, serakah mengeksploitasi alam, dan banyak lainnya.

Hakikatnya manusia tidaklah jahat, tapi cara hidup yang dipilih manusia dalam menjalankan hidupnya itu yang salah dan menjadikannya mahluk paling jahat di bumi.

29juni2009 - membenci rasku sendiri

0

i left my bike behind

Posted by nad
I left my bike behind,
and I walk away alone,
to start my own road,
to walk trough the world.

Bener ga sih bahasa Inggrisnya? Ah ndak okeh kamu, Nad. Aku kepikiran kata-kata tadi waktu berangkat mau ke Malioboro, naek bis dari Teknik trus ntar baliknya ke Teknik lagi. Jadinya aku tinggalin itu sepeda di BEM dan aku jalan kaki di sepanjang sisa perjalananku.

Aku menyusuri jalan selangkah demi selangkah., aku menikmati bayang-bayang dedaunan pohon, aku menghirup udara kehidupan di sekelilingku. Menyenangkan dan itu salah satu "jalan kaki"ku yang sangat aku nikmati.

Melangkah memang melelahkan, kenikmatan melangkah itu hanya ada ketika aku melangkah untuk berangkat. Ketika pulang, aku tidak memikirkan tentang kenikmatan melangkah, dan ternyata aku kelelahan. Sampai di BEM, aku disapa, dan tenyata aku begitu pucat dan untungnya aku masih hidup ketika kembali ke kampus.

It's okay that I left my bike behind, but I still have to care to my body. I can't push my self too hard. I have to know my limit. Badanku rapuh, tapi aku harus memanfaatkannya dengan optimal.

Besok, biarkan hatimu membawamu pergi, Nad. Jadwalkan waktu, namun jangan paksa dirimu. Kalau kamu butuh duduk, istirahatlah, minum yang banyak, dan tulis apa yang kamu pikirkan saat itu. Semoga bisa banyak membantu.

You can left your bike behind,
but he's still your soulmate,
and you will pick him up one time.

25juni2009 - exhausted!

0

tugas pemandu pertama

Posted by nad
Belum juga ada pengumuman aku keterima jadi pemandu atau nggak, eh udah ada tugas buat penyeleksian masuk jadi pemandu. Ini mengisyaratkan beberapa hal. Pertama, memang menulis dan mengumpulkan tugaslah pekerjaan-pekerjaan pemandu ke depannya. Dan kedua, sebelum mahasiswa baru mengerjakan tugas mereka yang banyak itu, pemandu sudah mengerjakan banyak tugas sejenis puluhan kali sebelumnya. Allright.

Tugasnya adalah menulis tulisan tentang bagaimana caranya menjadi pemandu yang baik, ups, pemandu teladan. Sebelum membahas gimana caranya, kayaknya beneran harus didefinisikan dulu deh, pemandu teladan itu gimana? Apa semua pemandu itu teladan? Apa aku harus tanya dwinna dulu tentang pemandu teladan karena dulu dia pemandu Best Yonif? Jangan deh, aku coba sendiri dulu.

Sebenernya pemandu itu ngapain sih? Pemandu itu tugas utamanya mendampingi mahasiswa baru di kelompoknya dalam acara OSPEK teknik. Pemandu menyukseskan OSPEK teknik dengan cara selalu memfasilitasi dan mendampingi maba untuk mendapatkan manfaat seoptimal mungkin dari OSPEK kali ini.

Keluar dulu, aku lagi kaget, ini orang makan apa sampe segunung begituh! Hah! Mengerikan!

Tapi ada fungsi lain seorang pemandu terlepas dari apa tema OSPEK yang sedang berlangsung. Tadi aku sebutin fungsi pemandu, tapi itu tergantung sama tema OSPEK yang kadang ganti-ganti sesuai zaman.

Pemandu melakukan pendampingan pada maba, menemani mereka dalam masa transisi antara anak sekolahan menjadi anak kuliah. Dari anak-anak menjadi anak muda. Disinilah ia berperan membentuk seorang tokoh teladan seorang mahasiswa yang baik sehingga mahasiswa baru dapat mencontohnya, dan mejadikan dirinya teladan.

Sebagai pemuda, tokoh teladan itu adalah dirinya sendiri. Bukan munafik, namun untuk memberi contoh yang baik pada mahasiswa baru.

Pemandu yang pantas diteladani mahasiswa baru, bukan sekedar pemandu teladan, tapi juga mahasiwa teladan, anak teladan, kakak teladan, anak muda teladan, tapi juga seorang manusia teladan. Mengerikan yah? Haruskah sesempurna itu?

Sebenarnya sih tidak, justru manusia ataupun pemandu sempurna bila ia sendiri punya kelemahan. Itu fitrah. Namun kelemahan itu harus disikapi dengan tindakan yang benar agar ia tidak menjadi sebuah kelemahan, tapi sebaliknya, sebuah kekuatan. Ngomong doang yah aku ini? Lantas, bagaimana caranya menjadi pemandu teladan yang punya sifat seperti yang sudah aku tulis di sebelah? Tulsanmu cuman omong kosong kalau gabisa kamu praktekkin sendiri, Nad.

Gimana jadi pemandu yang baik, ups salah lagi, gimana caranya jadi pemandu teladan tidak jauh berbeda dengan cara untuk menjadi manusia teladan. Terus berusaha lebih baik lagi dalam melakukan sesuatu hal. Memperbaiki diri sendiri sehingga dapat meminimalisir kekurangan. Melakukan lebih banyak hal baik untuk orang lain dan sekitarnya. Intinya sih cuman itu. Tapi ga sesederhana itu.

Pemandu teladan mencontohkan kepribadian teladan dan karakter teladan. Usaha untuk menjadi pemandu teladan tidak lepas dari menjadi manusia teladan. Proses ini berlangsung terus menerus sampai mati.

Dengan selalu mengupgrade diri menjadi manusia teladan, entah dia punya fungsi dimanapun dan menjadi apapun, ia akan sealu menjadi teladan bagi orang lain. Siapkah kamu, Nad?

22jun2009 - ndak ingin pamer..

0

pemandu

Posted by nad
Aku memang maksa banget sekarang. Maksa menulis tentang pemandu agar aku yakin aku harus jadi pemandu atau tidak. Mungkin aku sedikit iri kepada Bayu yang dengan bangga dan yakin mengatakan bahwa dia harus jadi pemandu sekarang. Aku belum sampai tahap seyakin itu.

Mungkin memang ada yang bilang aku kebanyakan mikir, mau wawancara aja mikirnya sampe taonan. Padahal hari wawancara itu memang tinggal hari ini dan besok.

Untungnya aku dah mandi, disini banyak banget nyamuk. Besok-besok aku ga lupa mandi sabun sereh sebelum kesini dan kalopun ga mandi, ga lupa bawa lotion anti-nyamuk.

Aku masih ga yakin, apa aku kemaren daftar panitia ospek dan melamar untuk jadi pemandu cuman karena ikut-ikutan? Ikut-ikutan adalah sikap yang dulu aku anggap tidak berguna dan selama satu tahun ini mungkin aku sering lakukan, dan kemaren sore aku benci lagi.

Paling ngga, untuk pagi ini, aku tahu, aku harus menentukan sikap, untuk ikut atau tidak dalam kepanitiaan ospek. Nah aio kita bahas. Sekarang gini Nad, menurutmu pemandu itu gimana? Pemandu itu salah satu kepanitiaan ospek yang paling prestisius, paling diminati banyak orang, dan menjadi salah satu yang paling berpengaruh di OSPEK.

Siapapun bisalah Nad ngejawab kayak gitu. Tapi, lebih ke intinya, Nad, menurutmu pemandu itu apa? Tahun kemaren, sepertinya aku menjawab pemandu itu salah satu pekerjaan mulia karena menjadi kakak pertama bagi mahasiswa baru. Mereka bisa bertanya tentang perkuliahan (sistemnya), cara hidup mahasiswa, hidup sendiri di Jogja, dan karakter kakak pertama bagi mereka, menjadi pedoman bagaimana menjadi mahasiswa ideal. Paling nggak, pemandu itu bisa jadi contoh yang baik. Meskipun menurutku aku masih belum baik, paling ngga bisa jadi pengingatlah buat aku pribadi untuk terus menjadi lebih baik karena aku dicontoh orang lain.

Tahun lalu juga aku diwawancara, kenapa aku mau jadi panitia OSPEK? Aku jawab, tahun lalu, aku ingin berkontribusi bagi dunia, dimulai dari lingkup kecil, lingkup keluarga, lingkup tetangga di lingkungan rumah, lingkup kampus, ya TEKNIK ini termasuk, dan kemudian akan meluas, hingga aku berkontribusi pada dunia.

Nad-Nad, yang kamu tulis, dua paragraf di atas itu, dua-duanya jawabanmu tahun lalu, dan dua-duanya adalah jawaban dari wawancara masuk panitia. Nah, apa jawabanmu sekarang? Sebenernya masalah intinya bukan itu kan Nad? Masalah intinya itu bukan kamu mau jawab apa di wawancara nanti. Masalah intinya adalah, apakah kamu jadi pemandu itu penting? Penting buat dirimu sendiri? Penting buat adek-adek panduanmu? Penting buat Indonesia? Jawab Nad!

Faiz bilang, wawancara ya tinggal wawancara. Tapi itu ga semudah kelihatannya Iz. Permasalahannya bukan nanti aku bisa jawab pertanyaan-pertanyaan dari Dimas, Pebri, atau Mas Fauzi tapi seberapa yakinnya aku bahwa menjadi pemandu itu penting dalam keberlangsungan idealismeku.

Masalahnya Nad, apa sih yang kamu maksud idealisme kamu? Punya apa? Bukannya selama 1 tahun menghilang dan baru kemaren kamu bersemangat? Idealisme yang bagaimana yang kamu punya sekarang? Saat ini pagi ini?

Aku menulis ketika hari cerah, pagi yang indah namun waktu panjang terasa sangat panjang karena tidak ada perubahan alam yang terjadi secara signifikan. Membosankan.

Idealisme yang aku tulis kemarin adalah aku hidup memang untuk menulis Aghe, dan keseluruhan keadaan, teman, kondisi yang terjadi di sekitarku membantuku dalam kepenulisan Aghe. Termasuk kalau aku menjadi pemandu.

Namun lantas apa yang dapat diberikan dari kondisi aku adalah seorang pemandu bagi kepenulisan Aghe?

Manfaat yang paling mudah, bisa dilihat dari training pemandu yang diberikan pada calon pemandu. Training-training itu terdapat banyak tugas kepemanduan yang harus dikerjakan dengan batas waktu meskipun tugasnya tidak mudah. Training pemandu adalah satu-satunya training yang membuatku bangga bahwa aku seorang yang kritis. Paling tidak dari training itu aku tetap bisa menjaga sifat kritisku yang baru saja aku dapatkan kembali, menajamkan sifat kritisku yang selama ini tumpul. Memaksakan diriku untuk terus menulis dan melawan kemalasanku. Dan paling tidak, dari tugas-tugas penuh pemikiran di training kepemanduan, bisa aku manfaatkan sebagai pemikiran Aghe dan aku masukkan ke dalam proyek Aghe. Siip!! Tepat. Tapi kan itu training pemandu? Emang aku tanya kalau kamu ikut training pemandu itu manfaatnya gimana bagi visi dan misi hidup kamu Nad?

Padahal pertanyaannya, bagaimana kalau kamu jadi pemandu? Dari tadi aku menghindar terus apa ya dari pertanyaan itu? Mungkin aja. Soalnya emang susah sih, sial.

Bentar Nad, sebenernya buat apa sih kamu nulis tentang Aghe? Buat bikin pedoman bagaimana pemerintahan Indonesia yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa. Terus juga buat pedoman bagaimana sosok presiden Indonesia yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan itu. Terus Nad, sebagai pedoman? Emang ada yang mau baca? Ada aja yang baca, yang emang peduli bener sama nasib Indonesia. Emang kamu pikir, sebeapa banyak orang yang peduli? Siapa yang mau baca novel Aghe yang terlalu idealis dan ga mungkin itu?

Nad, permasalahan Indonesia ini, bukan seberapa cepat proyek Aghe kamu selesaikan. Tapi seberapa banyak orang Indonesia yang sadar bahwa Indonesia butuh perubahan dan melakukan perubahan itu. Entah orang-orang pergerakan itu pake caranya Aghe atau nggak, asal mereka mau berpikir dan bergerak bahwa ada yang harus diperbaiki dari bangsa ini, di sanalah harapan kita ditaruh. Indonesia butuh anak-anak mudanya untuk menyelamatkannya dari kehancuran, Nad. Dan kalau saja mahasiswa-mahasiswa itu terjerumus ke tempat yang buruk sehingga tidak lagi berpikir, tidak lagi melakukan perubahan, harapan itu mau diberikan kepada siapa?

Mungkin dari pengalaman kamu kemaren, dengan semangatmu yang menggebu-gebu bagi perubahan, hanya sedikit Nad, yang sampai di kepala mahasiswa baru yonif 36mu itu. Tapi Nad, yang penting dicoba dan kamu melakukan sesuatu.

Siapa juga yang bisa memastikan kalau buku Aghe Projectmu jadi, itu akan dibaca dan jadi pegangan orang? Yang penting kamu coba, dan hasilnya urusan nanti. Yang penting kamu berjuang meskipun pengaruhnya kecil untuk kemajuan bangsa ini. Yang penting kamu melakukan sesuatu, sehingga hidupmu tidak sia-sia dan tahun ini tidak sia-sia, Nad. Karena kalau setelah kamu bangkit kemaren sore dan sekarang kamu tidak melakukan apa-apa, kebangkitanmu itu hanya omong kosong.

20juni2009

1

and i'm in coffee break now..

Posted by nad
Aku udah muak dengan semua kehidupan. Hidup itu berat banget. Yang aku lakukan cuman senyum palsu di depan temen-temen yang laen. Aku punya banyak masalah hidup yang memang mungkin bukan apa-apa dibanding orang laen. Tapi tetep aja. Udah ah. Bosen hidup tau ga. Udah muak ada disini terus tanpa berbuat apa-apa. Apa harus mati dulu buat merasakan betapa indahnya hidup?

Dan tanpa aku sadari, sepedaku kukayuh ke Coffee Break dan sambil ngeliatin water wall di kaca depan Coffee Break, aku udah ada disini. Paling ngga, kalo mau bunuh diri aku mau milih tempat yang bagusan. Hehe.

Aku duduk di kursi bagus, nulis di meja bagus bukan murahan, minum coffee latte yang mahal bukan buat ngobrol sama pejabat penting, tapi cuma buat nyari tempat bagus buat ngelamun.

Ngelamun? Sial, cuma ngelamun aja bayar mahal. Masih mending aku diskusi sama rindi waktu itu. Masih ada yang dihasilkan. Nah sekarang cuma ngelamun! Tapi enak banget ya brur, ngelamun sambil ngeliat aer turun di jendela? Hehe..

Sekali aja, jangan ada target nulis. (Bukannya selama ini kamu ga pernah punya target nulis ya Nad?) Tapi tolong, disini aku cuma pengen nulis tanpa mau mikir aku mau nulis apa nanti diakhir aku pulang.

Aku udah capek. Membaca tulisan sebelumnya, Bayu bilang, pahlawan ga butuh dapet penghargaan. Ooh, okay! aku setuju bagian itu! Tapi kalau bahkan aku bukan seorang pahlawan, lantas apa? Aku mungkin tidak pantas berpikir, aku tidak pantas punya idealisme yang hanya aku pura-pura masih kumiliki. Bahkan mungkin aku tidak pantas untuk menjadi pemandu lagi.

Ah! Inget! My Aghe Project masih ada di desktop dan masih belom aku copy ke flashdisk. Ingetin yah. Kalo aku sampe kehilangan Aghe, mungkin aku akan bunuh diri. Aghe itu hidupku.

Ia Nad, bener itu! Kalo mau bunuh diri, selesaikan Aghe dulu. Setelah itu baru mati. Jangan biarkan Aghe mati. Masih ada yang harus Aghe lakukan! Aghe harus tetap hidup! Aghelah yang bisa merubah Indonesia meskipun kamu tidak bisa. Terus tulis tentang Aghe! Siapa tahu, hanya itu alasan kamu hidup! Siapa tahu memang itu tanggung jawabku. Setelah aku menyelesaikan halaman terakhir Aghe, aku akan mati. Oh, indahnya! Aku akan semangat menulis tentang Aghe! Semangat! Harus ada yang ditinggalkan untuk Indonesia, dan itulah Aghe! Wah, aku kembali semangat! Menyenangkan!

Coffee Break tempat yang menyenangkan. Aku duduk untuk waktu yang lama banget, sendirian cuma nulis, cuma mesen satu gelas kopi, dan tidak ada yang melihatku dengan pandangan mengusir. Ah, ini cafe. Dan di meja kotak yang indah ini, diatasnya hanya ada satu gelas coffe latteku, air karamel, handphoneku yang fotogenic, buku tulisku yang indah juga, dan pulpen dari mama. Pulpennya ga terlalu bagus, tapi enak dipakai karena boxy dan paling ngga lebih fotogenic daripada pulpen standart meskipun ga lebih bagus daripada pensil 2B.

Semua lampu udah mulai menyala. Langit masih putih tapi matahari udah ga keliatan lagi. Handphoneku belom bunyi, belom ada balesan sms dari siapapun, coffee latteku cuma berkurang 3 cm. Padahal gelasnya setinggi 20 cm. Aku daritadi minum apa? Hehe. Mau ngelama-lamain aja. Hehe. Bule cewe yang kayaknya tadi ngambek sama bule laki-laki keluar cafe duduk di teras, sekarang udah masuk lagi, udah normal. Aku sendiri malah ragu, tadi dia ngambek atau cuma mau menghirup asap kotor Jalan Kaliurang.

Jangan Nad! Jangan liat tulisan di belakang yang udah kamu tulis, liat aja jendela luar untuk nyari tahu apalagi yang mau ditulis. Cahaya lampu jalan yang oranye udah jatuh di bukuku. Hari udah malm. Mulai malem. Kamu gamau pulang Nad? Rumahnya deket yah? Ndak, rumahku jauh tapi aku belum mau pulang. Perjalanan menyelami diri sendiri dan hati nurani belum selesai. Masih jauh. Belum nyampe, Nad.

Aku ga peduli aku ayu apa ndak. Orang yang bilang gitu cuma orang-orang yang naksir aku. Aku ga ngerasa ayu dan gamau berpikir bahwa aku itu ayu. Tahu kalau aku itu ayu bikin aku ga bebas bergerak seperti apa yang aku mau. Semuanya terbatas, semuanya mengekang! Bahkan aku pernah berpikir melukai wajahku sendiri agar hanya orang yang benar-benar mencintaikulah yang dapat memilihku. Bukan orang yang terperosok mencintaiku karena rupaku.

Sebenernya, apasih masalahnya, Nad? Apa sih yang bikin aku stress gamau pulang begini? Laptopku yang kena virus? Sepedaku yang bocor? Toro yang bilang *sensored* sama aku tadi malem? Bayu yang deket sama aku dan aku yang berusaha menghindarinya? Haikal yang belum ngerti semua ini? Motornya Alif yang tadi aku liat? Senyum terpaksa yang aku berikan hari ini pada teman-teman terbaikku? Ya ampun aku lupa, uangnya Fajri masih ada sama aku 3000 rupiah. Ingetin yah? Oke balik lagi, ujian utilitas yang aku gabisa? Ujian digital yang aku gabisa? Mid digital yang aku gaboleh ikut susulannya? Atau apa? Pengumuman tanoto yang kalo aku diterima malah bikin aku stress? Target nilai yang ditanyain Fajar tadi malem? Kerjaan KPH, jurnal yang ngga juga aku kerjain? Kekalahanku dari teman-teman BEM satu angkatanku? Tugas Rancang Bangun yang aku gatau apa? Adeku yang SPMBnya mau nyoba ITB padaal dulu aku sama sekali gaboleh kuliah di ITB? Semua ketidak adilan mama-papa padaku? Itu masalahku? Cuma itu? Dan di sms buat Bayu aku cuma bilang aku lagi ada di titik dimana aku ga percaya sama diriku sendiri, dimana semangat ga ada lagi, dimana aku ga yakin sama apa yang selama ini aku lakukan. Aku ga yakin.

Eh Nad, daripada kamu ga yakin mau ngapain, juga ga yakin gimana cara ngerjain tulisan tentang Aghe itu, maksudku yang kurikulum itu, mending kamu coba ngerjain apa yang kamu mau Aghe lakukan. Misalnya kamu minta Aghe buat ngomongin tentang permasalahan Indonesia nih, nah kamu juga ikutan nyari tau (banyak-banyakan sama Aghe) jadi nanti itu buku isinya bukan cuma karangan kamu doang, tapi juga ilmu buat orang yang baca karena kamu bisa ngutip dari mana-mana. Setuju gak tuh? Yah, daripada hidupmu ga ada guna kayak gini mending kamu begitu aja. Toh banyak manfaatnya buat dirimu sendiri dan kalo kamu mau bagi ke orang laen, ga ada ruginya kan? Bener juga!

Jadikan Nadia Aghnia Fadhillah seperti Raden Aghe Bagasatriya! Hore! Aio Nad! Menjadi begitu produktif adalah tujuanmu kan?

Terus caranya gimana? Eh, keluar sebentar Nad. Jangan pernah ngeliat seberapa halaman yang udah selesai kamu tulis, tapi selalu ngeliat, masih seberapa banyak lagi kertas yang belum kamu tulis? Itung sisanya yang didepan jauh disana, jangan yang udah kena tinta hitam di belakang! Coba sekarang itung! 43 lembar! Aah, dikit itu. Kenapa kemaren kamu beli buku tipis banget Nad? Besok yang tebel ya.

Eh tadi belom jawab pertanyaannya. Gimana caranya nih? Pertama, karena laptopku lagi bermasalah, tulislah semuanya di buku ini, oke? Masih ada 43 lembar dan itu wajib untuk dinodai! Dan sekarang nih, kamu betah nulis meskipun tangan udah kecapekan nulis (gara-gara tadi ujian digital nulisnya banyak banget), ada kopi juga disamping kamu, it's okay malem-malem ke depan kamu begadang nulis, Nad. Yup, itu tadi kedua. Nyeduh kopi, taro kopi diatas meja, dan diatas meja coklat (yang warnanya mirip sama meja disini nih) cuma ada kopi, hape, buku tulis dan pulpen. Nulislah dikau hingga kopi yang kesekian dan jatuh tertidur karena kematian (wew, ngeri banget Nad).

Liat siapa sih di belakang, Nad? Yah, liat aja apa aku kelamaan duduk. Liat juga buat nyari kamar mandi. Hehe. Daritadi pengen pipis tapi malu. Hehe, pipis aja malu. Aio sana pipis dulu!

Terus Nad, ada nulis, ada yang ditulis dunk Nad? Oh ya jelas, penulisan banyak banget. Mau nulis agak ga jelas kaya tulisan ini kan juga bisa. Siip. Trus ada penulisan yang jelas, misalnya lagi mikirin pemilu, tulis aja. Cuman kalo lagi mau nulis-nulis yang jelas di tengah-tengah yang ga jelas juga gapapa, ditulis aja semua yang aku pikirkan! Terus nanti terserah aku dun, aku mau nulis lebih bagus lagi dengan memperhatikan kaidah penulisan dan mau dipublikasikan (dengan jurnal, blog atau apapun lah yang penting orang laen baca) ataupun untuk konsumsi pribadi demi keberlangsungan hidup (pengembangan diri) ya terserah. Eh disela dulu, lupa ngomong tadi aku udah pipis, hehe, pamer. Kamar mandinya biasa aja, bersih, tapi ga sekeren luarnya (biasalah, cafe). Oke lanjuut.. Dan yang paling penting.. Mungkin eh pasti Nad! Adalah tulisan tentang Aghe sendiri yang siapa tahu adalah takdir hidupku untuk menuliskannya. Ia kan? Siapa tahu coba? Makanya, cepet diselesein Nad, biar cepet mati. Atau istilah kerennya biar kewajibanku terhadap dunia bisa aku selesaikan segera. Benar sekali.

Lantas gini Nad, kalau seluruh dunia milikmu hanya untuk menulis Aghe, bagaimana dengan kuliahmu? Haikalmu? BEMmu? Ujianmu? Keluargamu? Sahabat-sahabatmu? Nilai-nilaimu? Masa depanmu? Tanotomu? Pemandumu yang rencananya besok kamu mau wawancara? Hm.. gimana yah?

Allah akan ngasih jalan buat itu semua ko Nad. Kamu tetep akan begadang, kadang begadang menulis sesuatu yang tidak jelas seperti ini? (ko tanda tanya? bodoh, harusnya koma), atau kadang belajar. Lupakan game, lupakan laptopmu yang menjanjikan surga dunia. Kesemuanya yang berada di sekitar kamu hanya berputar mengelilingi dirimu (aku sedang membantah bahwa bumi ini sedang berputar pada matahari, Heliosentris kan yah?), iah. Semuanya mengelilingi diriku dan otomatis memberiku banyak manfaat untuk perkembangan kepribadian dan karakterku dalam menghadapi kehidupan. Haikal, mama papa juga, sepedaku, juga pulpen, hape, buku ini juga. Semuanya membantuku untuk berkembang, tapi aku tetap harus fokus pada tujuan untuk apa aku hidup dan apa yang aku tinggalkan bagi dunia.

Begitu Nad? Ia bener banget! Duh sial, kelingkingku udah gabisa gerak lagi karena kebanyakan nulis. Olahraga dikit dulu ah, pijit dikit. Tapi, sebelum pijet dikit, aku mau bilang hal yang daritadi ada di pikiranku cuma ga aku tulis karena lagi asik nulis tentang masalahku. Yaitu, horeee, tinggal 41 lembar lebih dikit lagi buku ini abis! Hayo abisin cepet! (Eh, emang makanan? Tanganku udah gabisa gerak gini juga masih dipaksa, hehehe, tapi aku bahagia! Sangat bersemangat sekali aku disini^^).

Haha, aku bisa produktif justru saat tidak ada orang disampingku, tidak ada yang mengajakku bercerita, tidak ada yang memintaku mendengarkan, dan aku bisa membuktikan pada Bayu bahwa aku jauh lebih produktif tanpa ada dia didepanku! Hohow.

Ada satu lagi yang mau aku tulis, habis ini, aku rasa aku sudah harus pulang, udah malem. Ntar biar dilanjutkan di rumah aja. Aku donlot antivirusnya besok pagi aja deh. Ini mau nulis dulu malem ini.

Tadi aku udah ngomongin tentang nulis waktunya kapan aja (maksudnya begadang), terus juga tentang apa nih yang harus ditulis. Sekarang masalahnya, ga mungkin dong semua yang aku tulis di buku ini tuh karanganku sendiri tanpa ada bukti yang jelas kayak tulisan ini? (tapi bisa ko Nad). Oke emang bisa nih untuk kali ini. Tapi ini kan awal dan merupakan curhatan karena aku ngedown ga semangat idup, ia kan? Ini oke untuk merecharge lagi semangat. Tapi kan ga semua tulisan itu berupa karangan? Okelah dengan ini berarti dunia mengakui kalo aku cerdas bermajinasi alias pinter banget sampe-sampe berlembar-lembar ini cuman karangan. Tapi gabisa kan buat ceritanya Aghe aku karang semua? Bagaimana dengan data-data kemiskinan atau permasalahan Indonesia yang lain? Yah, penyelesaian yang nanti diberikan Aghe pun bakalan ga realistis dunk Nad! Data-data ngawur, penyelesaian hasil karangan berarti tulisanmu itu ga realistis. Cuma kayak novel biasa aja. Cuma tokohnya yang dipuja-puja orang, padahal kalo diwujudkan gabisa. Apa mau nanti Aghe direbutin banyak cewe padahal dia ada tuh ga ada gunanya buat Indonesia? Mau kamu Nad, hasil karya hidupmu yang kamu bilang tadi mungkin sebagai alasan kenapa kamu harus hidup di dunia ga nyampe ke tujuannya, yaitu jadi salah satu pedoman apa yang harus dilakukan pemerintahan Indonesia untuk menyelamatkan bangsa ini dan sebagai pedoman karakter presiden Indonesia yang bagaimana yang dibutuhkan dalam misi penyelamatan itu? Kamu mau Nad?

Ya pastinya ndak lah! Harus ada data-data. Harus ada penyelesaian yang paling masuk akal dan realistis bagi bangsa Indonesia. Makanya harus baca banyak buku, Nad. Masih banyak buku bagus di dunia ini yang ga sampe di kepalamu, Nad. Masih terlalu banyak buku penting yang harus dibaca biar Aghe punya penyelesaian terbaik buat Indonesia. Buku-buku bagus itu harus dibaca dengan teliti, siapa tahu ada solusi tersembunyi disana. Dan aku berarti harus baca banyak banget buku meskipun itu bukan bidangku. Misalnya tentang ekonomi, politik, perburuhan, militer, dan sebagainya. Nah pinjem dimana? Paling bagus, pinjem di perpus UPT. Cuman, kalau udah abis maksudku udah kebaca semua, bisa nyari di perpus-perpus laen di Jogja. Bisa minjem punya temen, atau beli atau fotokopi. Tapi alurnya harus jelas ya Nad! Dibaca yang bener. Kamu mah anget-anget tai ayam.. Trus kalo udah selese dipinjem, dibalikin ya.. (yaialah bu..) maksudku kalo udah selese, ajak orang laen untuk diskusi sama kamu, jadi kan solusinya dipikirin juga sama yang laen. Dipikirin sendiri, aah keburu tua.. Hehehe, setuju Nad?

Apa kamu yakin mau melakukan semua itu? Kamu beneran pengen kan, hidup seperti L? Yang tidur sedikit tapi banyak berpikir dan menghasilkan? Oke, emang ga sebanyak itu kamu makan cemilan, tapi sebanyak itu yang kamu kerjakan untuk dunia, Nad! Kamu sendirian emang ga pernah bisa mengubah dunia. Teman-teman banyak disamping kamu untuk membantumu merubah dunia. Siap produktif? Siap kurang tidur? Siap hitam kantung matamu? Siap menghasilkan? Siapkah kamu, Nad?!

Persiapkan dirimu, karena mulai sekarang, perjuanganmu akan sangat berat Nadia Aghnia Fadhillah, karena dalam perjuangan ini, kamu melawan dirimu sendiri!

19juni2009 - melawan diri sendiri!

0

apakah aku begitu tidak berkualitas?

Posted by nad
Mungkin ini semua adalah akumulasi dari semua kemalasanku selama ini, ketidak produktifnya aku selama ini?

Karena yang terjadi sekarang adalah aku tidak dianggap apa-apa di BEM. Lihat saja semua teman-teman seangkatanku. Ida meskipun tidak lagi ada di BEM, sering dipanggil menjadi panitia dan memegang jabatan strategis. Padahal, aku lebih dulu masuk daripada dia. Lihat Dwinna, awal masuk BEM bareng sama aku, tapi di OSPEK tahun lalu dia jadi korlap pemandu, nilai-nilainya membaik, dan nilai-nilaiku memburuk. Rindi, aku duluan masuk BEM, tapi kualitasnya yang bagus menjadikannya tangan kanan ketua BEM. Sedangkan aku, apa?

Aku gapunya apa-apa, memang bukan jabatan yang aku cari, tapi paling tidak, tanggungjawab yang diberikan kepada seseorang, memperlihatkan seberapa mampunya ia dipercaya.

Aku tidak berkualitas, tidak berguna, tidak dipercaya, tidak mampu, bahkan dimata teman-temanku di BEM. Dan harusnya aku pergi saja dari sini..

19juni2009 - saat rendah

0

indonesia yang dulu..

Posted by nad
Ketika aku SD, hingga SMP, aku bersekolah di sekolah yang miskin buku perpustakaan. Sehingga semua buku yang ada di sekolahku, sebagian besar telah aku baca. Buku-buku yang ada di tiga rak menempel di dinding perpustakaanku di SD yang raknya begitu tinggi, entah sekarang aku sudah bisa meraihnya atau tidak. Ataupun di enam rak perpustakaan SMPku yang tiap aku meminjam bukunya, aku diwajibkan menyampulkan buku itu sendiri karena keterbatasan dana sekolah (ataukah terlalu banyak dana yang diselewengkan?) Oke, tenang nad, terlalu melebar.

Dulu aku baca buku-buku Balai Pustaka. Banyak buku-buku cerita tentang Indonesia yang indah.. Pedesaan yang menyenangkan.. Sawah yang menghidupkan petani.. Dulu aku baca buku-buku itu di Banda Aceh, dan aku meyakini, dulu, hal-hal indak sepert itu terjadi di Jawa.

Tapi sekarang, saat aku sudah tahu lebih banyak dari dulu, saat aku sudah membaca puluhan kali banyak buku dari yang aku baca dulu, aku tahu semua itu hanya mimpi. Atau kasarnya, hanya doktrin kemakmuran yang diberikan oleh pemerintahan Soeharto pada rakyat Indonesia dari buku bacaannya. Well, banyak yang tahu, zaman ketika Soeharto asih berkuasa, apa sih yang tidak diatur atau diawasi? Tidak ada.

Jelas saja buku-buku yang aku baca dulu adalah buku-buku tentang keindahan dan kemakmuran Indonesia meskipun aku tidak yakin itu buku-buku 'pesanan' atau buku-buku kenyataan.

Entah saat itu buku-buku dipolitisasi atau tidak, entak itu kenyataan atau tidak, aku tetap merindukan membaca buku-buku seperti itu.

Indonesia yang hijau, makmur, tidak ada kemiskinan, kelaparan, yang ada hanyalah anak-anak pergi ke sekolah, orang tua mencari nafkah dengan bertani atau pergi ke pasar. Mencari ikan di sungai yang bersih, tidak tercemar. Mandi dan bermain di sungai sepulang sekolah. Bermain layang-layangan, bermain diantara ladang jagung, bermain di bawah pohon..

Menyenangkan, kapan Indonesia kembali lagi seperti itu? (kembali? kalau saja pernah, Nad) aio wujudkan!

17juni2009 - bermimpi

2

apa yang bisa diharapkan?

Posted by nad
Apa yang bisa diharapkan dari masa depanku? Sedangkan sekarang saja aku pemalas untuk menulis, terlalu malas untuk membuka mata pada dunia, terlalu malas untuk ikut melakukan perubahan untuk masyarakat. Lihat saja orang-orang yang dulunya aku anggap rendah, sekarang yang terjadi adalah aku menjadi bagian dari orang-orang seperti itu. Tindakan yang dulunya aku benci sampai mati, ini aku lakukan juga. Apa yang aku banggakan lagi dari diriku sekarang?
Idealisme? Tidak! Karena sekarang idealisme itu hanya topeng yang aku gunakan agar teman-temanku tidak meninggalkanku. Tidak punya harga diri? Itulah aku.
Apa? Masih berani kamu menulis, Nad? Bukankah waktu itu kamu sendiri yang bilang, menulis adalah tindakan paling jujur sedunia, dan yang sekarang kamu lakukan adalah kebohongan publik! Buat apa disini kamu sok suci sok paling benar sendiri sok keren sedunia? Karena kamu takut tulisan ini dibaca orang dan ketauanlah semua kebusukanmu di dunia? Dasar munafik.
Kamu masih merasa kamu yang idealis adalah kamu yang menulis tiap malam, yang tidur seminimal mungkin seperti yang dilakukan L, dengan mata yang menghitam seperti L juga, dengan kemampuan menganalisis sekaliber L dan secerdas dirinya juga. Tapi itu cuma mimpi.
Aku toh bahkan tidak pantas untuk bermimpi seperti itu. Karena aku sangat pemalas, bodoh. Memimpi saja tidak mungkin, bagaimana bisa aku mewujudkan aku idealis seperti itu?
Buang jauh-jauh mimpi itu! Orang kotor sepertimu bahkan tidak akan pernah pantas mengidolakan mas firman, ataupun L karena kamu akan membuat mereka malu.
Yah, aku terpuruk. Terus terpuruk dan menjadi orang yang tidak berguna, menjadi sampah masyarakat. Menjadi orang hidup tapi tidak menjadi manusia, Kalau sedikitpun kamu tidak berubah kaena kemalasan gilamu itu, kau akan hancur.
Hancur sehancur-hancurnya menjadi orang-orang yang selama ini kuanggap rendah. Melakukan hal-hal yang selama ini kubenci. Menjadi orang sumber masalah, tidak produktif, dibenci oleh bapak-bapakku, oleh teman-temanku seperjuangan. Maukah kamu ditinggalkan mereka, Nad?
Maukah kamu menjadi satu-satunya manusia di dunia yang tidak berguna? Yang tidak melakukan perjuangan apapun selama kamu hidup?
Tidak kan? Maka, berubahlah!
16juni2009 - sekian lama tidak menulis disini

0

change

Posted by nad
Perubahan. Kata itu digunakan Barrack Obama dalam visinya menjadi presiden Amerika. Karena perubahan Amerika, sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan Amerika dari kehancuran. Dan sebagian besar orang Amerika, warga negara Amerika, berpikir hal yang sama, Amerika butuh perubahan. Karena selama ini, banyak hal yang dilakukan namun tidak ada manfaatnya, warga negara Amerika sudah bosan dengan semua itu, Mereka butuh perubahan ke arah kebaikan.

Aku tidak bilang perubahan yang dilakukan Barrack Obama adalah perubahan menuju kebaikan. Tapi aku menggunakan itu sebagai contoh, bahwa masyarakat butuh perubahan menjadi lebih baik.

Perubahan itu perlu. Tapi permasalahannya adalah, bagaimana memulai perubahan, dan bagaimana kita yakin bahwa perubahan yang kita lakukan adalah perubahan ke arah yang lebih baik?

Perubahan dimulai dari sekarang dengan merubah pola pikir. Buatku, perubahan dilakukan dengan menulis. Tapi harus segera dan tidak berlama-lama. Sebelum bertindak, harus tahu perubahan yang kita inginkan jelas menuju ke arah yang lebih baik.

31may09

Copyright © 2009 nad anak aneh All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.