5

Menjadi Cadangan atau Menjadi Satu-Satunya Pilihan

Posted by nad
Aku, Nadia Aghnia Fadhillah, mereka sangat bahagia, hari ini. Karena tadi, Fajri dan Yadi, memintaku untuk menjadi salah satu ujung tombak kegiatan TELESKOP yang mereka adakan akhir minggu ini. TELESKOP itu adalah salah satu training leadership terbesar (dana maupun ruang lingkupnya) di Teknik. Pertama, setahuku anak TELESKOP adalah orang-orang yang pintar berorganisasi dan berkomitmen pada apa yang mereka lakukan. Namun aku, bukan jebolan TELESKOP, diminta menjadi pemandu mereka. Sebuah kehormatan.
Meskipun aku pemandu cadangan, karena aku mengantikan pemandu TELESKOP yang memang benar merupakan jebolan TELESKOP sebelumnya yang tidak berkomitmen pada acara ini. Sebuah kehormatan pula, karena aku satu-satunya pemandu perempuan disini. Aku tidak akan kalah tangguh! Aku tidak akan kalah hebat bila dibandingkan dengan mereka, pemandu laki-laki jebolan TELESKOP.
Karena aku memiliki kemampuan yang aku pelajari secara individu dari pengalaman organisasiku sendiri di BEM, sehingga aku setara dengan orang yang ikut TELESKOP. Tapi TELESKOP, kalaupun berhasil mengubah orang yang bukan apa-apa menjadi apa-apa selama beberapa hari training, menciptakan hanya kemampuan dan karakter karbitan.
Dan hasilnya akan berbeda pada orang yang memang sejak awal memiliki kapasitas sebagai pemilmpin.

31 Mei 2009

0

Jujur atau Tidak

Posted by nad
Tadi pagi, di hari tugas-tugas studio harus dikumpulkan, Dwinna sms, kalo semua file studionya yang seleme ini sudah dibuat gabisa dibuka. Gara-gara laptopnya yang gabisa nyala.
Kalo aku jadi dwinna, aku bakal pank dan ngerasa ga sanggup melewati hari itu. Mungkin bener kata Baycrut, aku rapuh. Dan mungkin salah kata Pakdhe, aku kuat. Tapi cepet atau tidak paniknya kan bukan patokan rapuh atau tidaknya seseorang, aku membela diri.
Lantas Dwinna butuh saran dan masukan, akhirnya aku kasih dua saran. Pertama, buat denah duang trus difotokopi banyak trus bikin utilitas pake spidol. Dan Dwinna berterimakasih.
Saran yang kedua, saran yang masuk akal. Kalau mau aman, yaitu yang berdampak kecil pada nilai, ya dwinna harus mengumpulkan terlambat daripada mengumpulkan seadanya.
Awalnya Dwinna berencana menggambar ulang semuanya dengan tangan, sebanyak atau sesedikit apapun hasilnya. Bagi dosen, yang dikumpulkan itulah yang dinilai. Kalau pekerjaan yang diinginkan tidak dikerjakan, ya tidak akan dinilai, dan terlanjur akan membuat nilai buruk di mata dosen, dan merubah nilai itulah yang sangat sulit.
Jadi, aku memikirkan cara kotor untuk itu, yaitu meminta pertambahan waktu pengumpulan gambar, meskipun hars berpura-pura sakit. Dan menggunakan pertambahan waktu itu dengan sebaik-baiknya. Menggambar selengkap-lengkapnya dan sebagus-bagusnya. Jangan standart juga. Tapi Dwinna menolak.
Aku bangga dengan teman yang menjunjung tinggi integritas dari awal kedatangannya di hadapanku, hingga sekarang seperti Dwinna. Namun aku sebagai teman harus tetap memberi Dwinna segala saran yang aku punya, pilihan pertama, maupun pilihan lainnya. Dwinna yang harus tetap memilih, mana yang sesuai dengan dirinya.
Karena teman itu membantu, bukan menjerumuskan. Karena kita tetap harus jujur mengakui sesuatu hal yang dilakukan dengan jujur, ataupun mengakui hal itu tidak jujur sama sekali.
Aku menghargai Dwinna.
Akupun menghargai diriku sendiri.

27 Mei 2009

0

Selamat Datang, Nad

Posted by nad
Selamat datang di tiap lembar tubuhku, Nad. Berikan tanda padaku, nodai aku, kotori aku, semangati aku, hargai aku, buat aku terkenal, buat aku hebat!!
Karena aku berisi tulisan-tulisanmu yang akan mengukir sejarah dunia,yang akan merubah bangsa ini meskipun hanya sebuah tulisan. Kau hanya mempertaruhkan pedang hitam itu, dan kepalamu untuk berpikir. Tapi aku mempertaruhkan tubuhku demi perjuangan.
Selamar datang, Nad. Aku kumpulan pemikiran hebatmu. Aku berisi tetesan darahmu. Kotor akibat keringatmu yang menempel di tubuhku. Aku robek, aku coklat, karena kau sering membuka-buka halamanku.
Sekarang giliranmu, Nad. Aku sudah berkorban. Mempersembahkan diriku untuk perjuangan Indonesia. Sekarang giliranmu, korbankan dirimu. Berikan semua hal yang kau punya, untuk Indonesia. Kini giliranmu, Nad.
Selamat datang kembali di dunia penuh petualangan.

26 Mei 2009

2

kembali menulis

Posted by nad
Kemarin aku ditanyain Haikal, kenapa sekarang aku ga nulis lagi? Pertanyaan itu memojokanku, jelas. Karena kemalasanku yang menggerogoti tubuhku membuatku tidak bisa menulis lagi. Kenapa aku kehilangan keinginan? Kenapa sekarang aku berubah menjadi pemalas?
"Kita tidak bisa hidup, dengan menjalani hidup seperti yang kita inginkan. Tapi menjalani hidup dengan melakukan hal yang harus dilakukan. Itulah takdir hidup kita." Idealismeku dulu memudar...
Tapi sekarang ingin kudapatkan lagi! Aku punya pedang lagi! Aku mau bertarung lagi! Aku mau mengasah pedangku lagi! Oh, hidupku yang dulu penuh pemberotakan dan petualangan! Aku merindukan masa itu kembali.
Tulisan-tulisan menjadi caraku bertarung. Dinding-dinding pengumuman, blog, buku pesan dan diskusi-diskusi menjadi lahan pertarungan. Pulpen menjadi pedang, harus selalu tajam, harus selalu ada, harus selalu tersedia disisi. Agar dapat digunakan setiap ada keadaan terdesak.
Aku harus selalu membawa buku tulisan kemana-mana. Disana kumpulan tulisan perjalanan, pengalaman hidup, pemikiran sekilas maupun mendalam. Disana terdapat bukti tetesan darah, luka koyakan yang aku dapatkan selama perjuangan ini. Buktikan pada dunia, Nad.
I'm back.
Aku menulis lagi sekarang.

25 Mei 2009

2

Saya yang Akan Mengambil Tanggung Jawab

Posted by nad
Waktu mulai buka buku ini pertama kali, muncul iklan layanan masyarakat di TV One. Iklan ini dibikin Johans Foundation yang concern sama kepemimpinan di Indonesia. Dan disana ada Kwik Kian Gie, mantan direktur ekuin dan mencobe mendefinisikan pemimpin atau presiden yang terbaik. Menurutnya presiden yang terbaik adalah presiden yang, saat salah satu mentrinya ragu untuk mengambil keputusan, akan mengatakan, "saya yang akan mengambil tanggung jawab." itu jawaban terkeren yang aku tahu, dan hanya diucapkan oleh orang yang berani mengambil resiko.
Orang biasa tidak akan bisa mengucapkan kalimat tersebut meski dipaksa. Dan aku terinspirasi memasukkan kalimat itu untuk diucapkan Raden Aghe saat menjadi presiden. Siip..
Sayangnya, dibelakang, iklan layanan masyarakat ini dibuat untuk menggiring pada salah satu calon.

25 Mei 2009

Copyright © 2009 nad anak aneh All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.