7

pindah!

Posted by nad
aku terlahir hidup berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, aku terlakir dan tetulis dalam takdirku bahwa aku hidup berpindah, entah pindah antar kota, pindah antar sekolah, atau pindah antar rumah.

aku lahir di rumah sakit di jakarta barat, dan kedua orangtuaku saat itu menempati rumah pertama mereka di kuningan, jakarta. kemudian ketika adikku lahir ketika aku berumur satu tahun, kami pindah ke slipi, masih jakarta. beberapa tahun kemudian papa mendapat beasiswa d3 di stt telkom bandung, dan kami sekeluarga pindah ke cibaduyut, bandung.

setelah papa lulus, papa diberi tugas bekerja di Langsa, saat itu masih merupakan wilayah Aceh Timur, tapi dengar-dengar sekarang Langsa masuk wilayah Aceh Tamiang. aku menghabiskan TK dan 3 tahun awal SDku di Langsa, adik laki-lakiku lahir disana. Tapi setelah beberapa tahun, papa akhirnya mencoba membeli sebuah rumah, dan akhirnya kami pindah rumah meskipun masih di Langsa. Tapi hal itu tidak berlangsung lama.

Karena akhirnya papa dipindahkan ke ibukota propinsi, Banda Aceh. Disana aku mulai sekolah kelas 4 SD. Kepindahan membuat tubuh mama melemah, dan akhirnya keluarga kami kehilangan adik yang saat itu masih di dalam kandungan mama.

Setahun kemudian, kondisi Banda Aceh dan kondisi propinsi keseluruhan yang saat itu tidak aman bagi pendatang seperti keluarga kami, membuat aku dan keluargaku kecuali papa yang masih bertahan di Banda Aceh karena pekerjaan, melakukan eksodus ke Jakarta. Aku, adik-adikku, dan mama pindah ke Jakarta, kerumah nenek di Jakarta Barat, selama beberapa bulan. Setelah enam bulan aku tidak sekolah, akhirnya aku disekolahkan, itu juga selama beberapa bulan, dan kemudian aku tidak ingin sekolah lagi, dan aku minta dikeluarkan dari sekolah.

ketika Banda Aceh dirasa sudah aman, aku balik lagi, sekolah disana, masuk SD kelas 5. Tapi setelah itu pindah rumah lagi, konyolnya, aku pindah rumah ke setelah rumah dari rumahku sebelumnya.

beberapa tahun aku lulus SD, pindah ke SMP, masih rumah yang sama.
namun setelah SMP selesai, aku pindah ke Semarang, kepindahan yang sangat disyukuri ibu bapakku karena selama ini berjuang untuk keluar dari Banda Aceh. dan lebih bersyukur lagi, karena beberapa bulan setelah kepindahan kami, Banda Aceh dihancurkan oleh tsunami, dan rumah kami yang di Banda Aceh sudah tidak ada lagi. (Bahkan SMPku saja hancur!)

untungnya aku masuk SMA di Semarang tidak terlalu sulit karena birokrasi. di Semarang aku tidak pindah kemana-mana. masih di semarang hingga lulus SMA.

pindah lagi, karena aku kuliah di jogja, aku tinggal terpisah dengan keluargaku, tapi tinggal beramai-ramai dengan banyak teman-teman dari berbagai daerah.

sekali lagi aku pindah, dari kosku yang di deket kampus, ke rumah yang agak jauhan lagi, daerah perumahan deket kampung, yang taneman di depan rumahku abis dimakanin ayam-ayam kampung.

kepindahanku ini yang sebelumnya tidak pernah aku rencanakan menambah daftar panjang pindahku antar rumah. dan lebih menegaskan lagi bahwa aku memang hidup berpindah-pindah.

mungkin karena terlahir untuk hidup seperti inilah yang membuatku memiliki sifat tidak pernah ada di satu tempat lebih lama, atau kasarannya, membuatku menjadi mudah bosan dengan kondisi yang tidak berubah selama beberapa waktu.

mungkin sifat ini pula yang membuatku sekarang merasa bosan dengan kondisi BEM Teknik sekarang.

7

anak-anak BEM dan keluarga mereka

Posted by nad
menghabiskan beberapa hariku di rumah membuatku sadar satu hal penting yang selama ini aku lupakan, dan kemungkinan teman-temanku yang lain juga lupa.

keluarga.

dirumah, aku menjadi sangat dekat dengan adik-adikku, dengan kedua orang tuaku. aku memasak untuk mereka, mendengarkan cerita-cerita mereka, mendengarkan mimpi-mimpi mereka, menghapus air mata mereka.

aku menjadi sangat dekat dengan adikku yang paling kecil, aku membantunya mengerjakan PRnya, mengajarkan mengaji, shalat, dan sebagainya. hal yang aku pikir jarang teman-teman BEM ku lakukan pada keluarga mereka di rumah meskipun keluarga mereka ada di Jogja.

teman-teman BEMku, melakukan banyak hal diluar rumah mereka. Di dalam ruang BEM, diluar ruang BEM, dan banyak lagi.

Mereka berkumpul beramai-ramai membersihkan BEM, padahal entah berapa kali mereka membantu ibu-ibu mereka membersihkan rumah.

Mereka berkumpul, berkata bahwa mereka mencoba mendengar aspirasi masyarakat Teknik, dan masyarakat Indonesia terhadap pemerintah. Tapi apakah mereka pernah mendengar aspirasi orangtua mereka yang setiap hari dikatakan jelas-jelas di rumah.

Mereka berkumpul, beramai-ramai pergi ke panti asuhan, mengajar anak-anak panti asuhan yang mereka bina. Tapi apakah mereka, sekalipun, pernah mengajarkan pelajaran sekolah adik-adik mereka di malam-malam mengerjakan PR adik-adiknya?

Mereka dengan mudahnya menuduh orang lain apatis terhadap kepentingan BEM Teknik, padahal mungkin mereka apatis tehadap keluarga mereka sendiri.

Percuma perubahan yang mereka agung-agungkan kalau mereka bahkan tidak melakukan perubahan itu di rumah mereka sendiri. Percuma mereka bilang mereka peduli dengan rakyat Indonesiakalau keluarga sendiri mereka abaikan. Aku muak dengan orang-orang seperti itu.

Percuma kepintaranmu setengah mati, percuma nilai ujian akhirmu setinggi awan, karena yang akan ditanya nanti adalah apakah kau mendengarkan kata-kata ibumu atau tidak.

12

wawancara dengan teman-teman tentang presiden,

Posted by nad

dua hari belakangan, aku melakukan wawancara dengan beberapa orang teman mengenai apa yang akan mereka lakukan ketika mereka menjadi presiden Indonesia untuk periode mendatang. Wawancara yang aku lakukan dengan mengirim pertanyaan melalui sms, dan diskusi berjalan interaktif karena pertanyaan secara langsung diberikan, jawaban juga. selain itu, sms adalah bukti tertulis hasil wawancara. kekurangan sistem wawancara atau diskusi ini adalah ketika salah satu membutuhkan waktu lama untuk merespon jawaban, atau ketika salah satu kekurangan pulsa dan kesabaran untuk menulis sebegitu banyaknya pemikiran hanya dalam lembar sms.

 

WAWANCARA dengan FAJAR, psikologi UGM 2008,

Fajar, “ wah, Indo bakalan rame nad, i bakalan bikin kontrak kerja baru sama pihak asing yang dah terlalu banyak nyedot aset. Kita menghentikan pembayaran utang sementara, untuk membangun perekonomian. Melindungi perbatasan biar ga kecolongan lagi. Memadanikan Indonesia dengan mengacu pada madinah di era rasul.”

Aku, “ mw nanya, 1. apa kamu pikir investor mau gitu aja ada perubahan kontrak kerja, padahal jelas-jelas mengurangi pendapatan mereka, sebenernya mereka yang butuh atau kita yang butuh mereka. gimana jar? 2. melindungi? kmu gabisa naro tentara kan jar? Gabisa juga bikn tembok perbatasan yang gede banget (abis berapa duit?)? Paling mungkin dengan menyejahterakan mereka. Gimana tu? 3. emang konsep madinah gimana?”

Fajar, “ wah baalan bisa jadi buku ni, hehe. 1. kita harus asertif nad, mereka yang butuh kita, bukan sebaliknya, anak-anak indonesia pinter ko, siapa bilang mereka gabisa ngolah SDA? 2. seperti yang kamu bilang, dengan menyejahterakan mereka. hidup mereka naas disana, makanya negri jiran berusaha mengambil hati mereka. 3. intinya, madinah itu sangat memanfaatkan konsep pluralitas, dulu Yahudi&muslim hidup berdampingan nad,

Aku, “ ini bukan masalah bisa apa ga jar, tapi kalo kita ubah kontrak (semua investor, mau AS atau Iran sekalipun) dunia internasional bakal mengecam kita jar. Masalah perbaharui kontrak atau nasionalisasi sekalipun, ini tetep masalah kepercayaan internasional sama Indonesia jar. yakin bakal siap dicekam dan diembargo dunia?”

Fajar, “ dunia yang mana? AS? Inggris? kesepakatan dunia itu ga pernah ada, yang ada kesepakatan AS buat dunia, kita selalu manut sama mereka, efek jauhnya, kita miskin di tanah yang kaya.”

Aku, “ jar, investor itu semua negara dan multi national corporate yang sahamnya ada di Indonesia. Kalau mau kontrak ulang, sekalian semuanya, jangan tebang pilih, jangan cuma AS. Investor di Indonesia tuh ada Arab, Jepang, Iran, Korea, Singapure, Malaysia. Semua jar, semua negara yang selama ini jadi ‘sahabat’.”

Fajar, “ begini, kita boleh berbuat baik, tapi jangan nyakitin diri sendiri. Sekarang aku tanya balik, dengan perjanjian ini, apa yang udah kita dapatkan adalah apa yang mestinya kita peroleh? Sekarang kalo ini terjadi terus, siapa yang terzalimi?”

Aku, “ aku nanya2 tadi tuh bukan berarti ga setuju, aku malah mau lebih revolusioner, NASIONALISASI, emg knp kalo diembargo? indonesia masih bisa makan pake beras dalam negeri. indonesia bisa ngolah BBM sendiri. mau dikucilkan dunia, yang penting kedaulatan jar, mau saat itu kita ditimpa krisis jar, pelan-pelan tapi pasti, indonesia bisa berdiri, asal pemerintahnya berani, asal rakyatnya mengerti.”

Fajar, “ lah itu kan nyambung, ntu asertif yang aku maksud nad.”

Aku, “ lah ia, aku sebenernya ngerti maksud kamu, tapi kan ini diskusi, bukan ajang cari pendukung, makanya aku ngambil posisi kontra-fajar.”

 

WAWANCARA dengan MAS ASEP, teknik nuklir UGM 2006

Mas Asep, “ saya ga cita-cita sih jadi presiden, tapi presiden identik dengan pemimpin, pemimpin identik dengan gaya kepemimpinan Rasul. Pertama, mendekatkan dengan ummat, menyatukan dengan ummat. Kedua, baru melakukan pembangunan.”

Aku, “ Mendekatkan ummat? Menyatukan ummat? Konkretnya nih? Dan ketika sudah sampai dimana bersatunya ummat, mas melanjutkan ke tahap dua?”

Mas Asep, “ ya mendekati ummat, seperti yang dekatnya rasul dan ummat. Baik melalui agama, kunjungan, dan event-event lain. Baru menyatukan ummat, bak tingkat pemerintah sampai rakyat, dengan sebuah konsepsi, ideologi, dan sistem yang terbaik. Jika tahap 1 katakanlah bisa, tahap 2 insyaAllah mengikuti keberhasilan tahap1.”

Mas Asep, tambahan, “ Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi biasa, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas.. (Ali bin Abi Thalib),”

 

WAWANCARA dengan Mas Hendra, D3 Teknik Elektro UGM 2006

Mas Hendra, “ Selama ini yang aku pikirin, bgmna caranya menciptakan banyak lapangan kerja,”

Aku, “ nanya mas, lapanan kerja gimana? bukannya ada apa ngga lapangan kerja dipengaruhi pertumbuhan ekonomi? klw ekonomi indonesia anjlok, perusahaan-perusahaan pada PHK, sama aja bohong. emang caranya pemerintah mau buka lowongan kerja gimana mas? PNS?”

Mas Hendra, “ ga perlu yang terlalu besar spt PNS, lapangan kerja spt wirausaha, pabrik industri kecil dan menengah, atau mungkin dalam bidang bisnis jg bisa mengurangi tingkat pengangguran, khususnya untuk WNI sendiri, krn kalo aku liat-liat, indonesia banyak menggunakan jasa dan tenaga orang asing.”

Aku, “ di luar negeri WNI berjaya kan mas? banyak banget loh yang kerja di luar negeri meski hanya jadi TKI. Gmn caranya pemerintah ningkatin kmampuan rakyat untuk wirausaha? kredit pendampngan? udah mas, tapi ga pernah berhasil,”

Mas Hendra, “ TKI yg berhasil di luar negeri pd dasarnya mang berpendidikan, lalu bgmna dgn TKI yg kurang brpendidikan? alasannya WNI keluar negeri adalah krn sulit temukan pekerjaan di Indonesia, slain itu pemerintah kutang mghargai tenaga dan jasa WNI shingga mereka lbih memilih memberikan tenaga kepada negara yang lebih menghargai mereka,”

Mas Hendra, “ kredit pendampingan bukannya gak pernah berhasil, mungkin sistemnya aja yg kurang efisien, kalo orang-orang yang ingin brwirausaha betul-betul diajari, dibimbing dan diarahkan dengan benar, maka akan lebih berjalan dengan baik, bukan hanya sekedar memberikan modal dan melepas begitu saja,”

 

WAWANCARA dengan OM MAQBUL, omku sendiri

Om Maqbul, “ waduh, jadi RI1 sih belom kepikiran, tapi kalo disuruh menghayal sih maunya Ind jadi baldatun toyibatun, negara yang bagus segalanya. teknisnya, penegakan hukum, dan kemakmuran rakyat, koruptor dicabut sampe akarnya. kalo nadia?”

Aku, “ Ntar dulu nanya tentang pndpt nadia om, ptanyaan blm selese. Jadi om fokus ke hukum dan kemakmuran rakyat. 1. org2 di dlm hukum kan jarang bersihnya, om. om bersihin org-org dalem dulu atau om selesaikan kasus-kasus yang ga pernah diusut? soeharto aja dimaafin, org-org dibelakang rangkaian tragedi ’98 aja sekarang pada nyalon jadi presiden. 2. menyejahterakan rakyat dimulai darimana dulu, om?”

Om Maqbul, “ Sbtulnya indikator kedua hal tersebut jelas, selama ini keduanya berada dalam bingkai politik ya jadinya begitu. hukum itu ada kan untuk menghormati hak setiap orang, ini bisa dimulai dari kredibilitas lambang hukum dan hakimnya, intinya, yang bersalah dihukum dan yang benar dilindungi,”

 

WAWANCARA dengan IBOY, Teknik Mesin UGM 2007

Iboy, “ Banyak nad, pelayanan pendidikan gratis, perbaikan pelayanan kesehatan, ibadah, sarana transportasi, ekonomi, politik, budaya, hukum, dll.”

Aku, “ Semuanya juga pengen gitu boy, tapi yang aku pengen tau, apa yang paling awal kamu lakukan? apa yg paling urgent untuk diselamatkan boy? gmn caranya?”

Iboy, “ Urusan perut rakyat, kesejahteraan sosial,”

Aku, “ mulainya darimana?”

Iboy, “ maksimalkan zakat (zakat fitrah, zakat profesi, zakat harta, dll) ironis untuk negeri mayoritas muslim tapi hal ini sangat kurang diperhatikan.”

 

WAWANCARA dengan OM EMIL (omku yang satu lagi)

Om Emil, “ Pertama, tingkatkan pendidikan,”

Om Emil, “ Karena dgn pendidikan mampu menghadapi tantangan global, kedua tingkatkan kesejahteraan rakyat dengan lintas program komprehensif. TTg konsep negara madani silahkan rujuk buku platform (..... sensored karena nyebut nama parpol...... )”

Aku, “ pendidikan? mau dibawa kemana om? apa yang mau dirubah? sistem? kualitas? standar pendidikan? jumlah sekolah? biaya pendidikan? nadia baru pertama kali dengar lintas program komprehensif. itu gimana om?”

Om Emil, “ .. (blm bls smsku) ..”

 

WAWANCARA dengan MAS AYI, Teknik Nuklir UGM 2005

Mas Ayi, “ Jangka pendek: potong generasi kepemimpinan disemua bidang terutama birokrasi. menjadi negara yang sekarang terkatung-katung padahal mereka dalam masa yang produktif. jangka panjang: aspek tarbiyah atau pendidikan dan pembinaan, membuat generasi dan pola pendidikan yang menekankan bukan hanya pintar tapi juga bermoral.”

Aku, “ potong generasi? generasi yang mana yang harus dihilangkan? range umur berapa? caranya?”

Mas Ayi, “ .. (blm bls smsku) ..”

 

WAWANCARA dengan MAS OCHAN, Teknik Nuklir 2006

Mas Ochan, “ Wah baru nyampe smsnya nad, waalaikumsalam, 1. bayar hutang, 2. nasionalisasi, 3. wajib militer, 4. peningkatan enterpreuner, 5. penegakan hukum, 6. pemberantasan premanisme, homo, narkoba dan alkohol, 7. peningkatan kualitas ABRI, 8. Pemasukan nilai-nilai agama pada sendi-sendi kehidupan negara, 9. membangun kembali semangat gotong royong dan kekeluargaan di RI.”

Aku, “ mau ngebahas proker nih mas, 1. mas bayar hutang? lunas atau tetep nyicil? klw lunas, pemerintah bakal miskin paling ngga slama periode mas, dan mas ga bisa ngapa-ngapain. kalo nyicil, sama aja dun sama SBY. 2. Dengan nasionalisasi aset (dari seluruh investor asing) berakibat merosotnya kepercayaan internasional thdp indonesia. tndakan mas? 3. pemberantasan homo gimana mas? banyak loh kasusnya di Indonesia.”

Mas Ochan, “ .. (blm dibales smsku) ..”

 

WAWANCARA dengan MAS ABAS, Fisipol - Ilmu Pemerintahan 2005

Mas Abas, “ Waalaikumsalam, mas akan berusaha: 1. menuntaskan kasus-kasus korupsi dan mengembalikan uang negara yang hilang, 2 menggerakkan sektor riil dan menerapkan pajak progresif untuk memperkecil kesenjangan, 3. fokus di bidang pendidikan dan kesehatan, 4. memindahkan BUMN ke daerah dan membangun sentra-sentra ekonomi yang khas, 5. membatasi pembayaran hutang luar negeri. 6. rekontrak krya, semua aset-aset milik bangsa terhadap asing dengan perjanjian yang lebih rasional. 7. membangun infrastruktur militer yang tangguh.”

Aku, “ Militer? Knp mas?”

Mas Abas, ” Agar soft diplomacy bisa efektif. tidak cukup kita bangga sebagai negara muslim dan demokrasi terbesar, negara yang menerapkan politik non blok/ bebas aktif, tanpa kekuatan hard diplomacy yang kuat, yakni ekonomi dan militer.”

Aku, “ ada lagi mas, beberapa temen yang aku tanya, ada yg menjawab akan langsung membayar hutang luar negeri kita, kenapa mas malah ingin membatasinya? aku tau, membayar lunas berarti pemerintah akan ga punya uang selama beberapa tahun, kita krisis beberapa tahun, tapi setelah itu kita tidak terbelit lagi. tapi kalau kita membatasi, sekarang kita memang punya uang lebih banyak, tapi makin lama makin banyak yang dibayarkan.”

Mas Abas, “ Ini masalah harga diri dan martabat bangsa. Indonesia bangsa yang besar, butuh banyak dana untuk membangun. Kalau kita bayar lunas, membahayakan banget. Idealnya, kita tetep bayar hutang, tapi jangan sampai tergantung dan mengharapkan hutang. Tiap tahun akan kita kurangi, dan secara bertahap kita mandiri untuk menghidupi rakyat negeri ini,”

Aku, “ bertahap? jadi ‘sama’ aja dun sama yang dilakukan pemerintahan SBY? nanya lagi mas, tadi mas bilang mau fokus ke pendidikan dan kesehatan. emang mau digimanain? nggratisin pendidikan dan kesehatn kan ga murah, ningkatin kualitas pendidikan gimana padahal ga di tiap kecamatan ada sekolahan, gimana prioritas mas, pendidikan, kesehatan, atau militer? masing-masing butuh alokasi dana banyak loh mas.”

Mas Abas, “ Kalo dibilang sama, mas ngga sepakat, karena kan agung baskoro. Pendidikan dan kesehatan gratis, dananya dari pembatasan pembayaran hutang, pajak progresif, dan pemotongan gaji dan tunjangan pejabat negara. sisa anggaran, akan dipake buat insentif gaji pegawai rendah dan menengah. Untuk militer, ntar dimaksimalkan PT Pindad, PAL, dan DI, karena kita punya industri militer dengan SDM yang handal. Kemudian dapat diambil dananya dari pos pengembalian hasil korupsi dan rekontrak. Ada beberapa bidang lain yang harus diperhatikan sangat potensial, yakni kehutanan, kelautan, pariwisata, dan pertanian.”

Aku, “sip-sip, barusan aku liat-liat lagi dari 7program mas yg awal tadi, 5 program mendatangkan keuntungan finansial, dan 2 program membutuhkan dana yang banyak. ohya, gmn dgn lingkungan? tadi malah mas bilang hutan salah satu aset potensial dalam ekonomi, hutannya mau dapain mas?”

“ .. (blm dibales smsku) ..”


3

aku, presiden?

Posted by nad
kalau aku, atau kamu, tahun ini terpilih menjadi presiden Indonesia,
apa yang akan pertama kali aku, atau kamu lakukan?
beberapa temanku yang selama ini juga berjuang bersama, agak tersendat-sendat ketika ditanya tentang hal ini, sekarang, aku buka pertayaan ini untuk umum,
apa yang pertama-tama kali akan kamu lakukan ketika kamu terpilih menjadi presiden?

kalau aku, nasionalisasi.
venezuela mungkin nasionalisasi pakai cara-cara militer. tentara venezuela diperintah untuk menduduki perusahaan-perusahaan mutinasional, sehingga perusahaan tersebut tidak berproduksi (kasusnya adalah perusahaan migas) selama beberapa hari, dan para pengusaha multinasional itupun keluar karena diusir.

nasionalisasi di Indonesia, tidak akan mungkin terjadi kalau presidennya tidak berani mengambil keputusan berat. Karena banyak pihak yang memiliki kekuasaan yang mengambil keuntungan dari banyaknya aset indonesia yang djual kepada investor. Dari investor-investor itu sendiri, dari pengusaha-pengusaha Indonesia yang menjual aset. Sampai pemerintah (atau DPRnya?) yang kecipratan uang dari sana.

nasionalisasi sebenarnya dirasakan sebagai satu-satunya langkah awal untuk menciptakan kedaulatan pemerintah Indonesia, baik sebagai pemegang kebijakan, maupun sebagai pemilik sah sumber daya alam Indonesia, agar SELURUH keuntungan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia dimiliki oleh Indonesia sendiri.

Tapi nasionalisasi tidak hanya berdampak baik bagi kedaulatan pemerintah. Karena efek dari nasionalisasi ini merupakan efek jangka panjang. Pertama-pertamanya yang akan dialami pemerintah ketika memutuskan akan melaksanakan nasionalisasi aset adalah jatuhnya kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah Indonesia.

Ketidakpercayaan itu, akan berdampak pada sektor ekonomi. Nilai persen-persenan ekonomi (aduh, aku lupa namanya), akan membuat Indonesia kolaps karena mau tidak mau, pereonomian Indonesia jelas masih bergantung pada dolar Amerika. Kemungkinan terburuk adalah, Indonesia krisis ekonomi lagi. Dan lebih buruk lagi, Indonesia diembargo oleh seluruh dunia ketika kita menasionalisasi, karena hampir seluruh negara yang berpengaruh di dunia, mereka memiliki investasi di Indonesia. Dari Amerika (ga usah diragukan lagi), sampai Iran.

Tapi embargo bukan sesuatu yang tidak mungkin tidak bisa dijalani oleh Indonesia. Toh, lambat laun, dengan kedaulatan penuh yang dimiliki pemerintah, Indonesia akan merangkak pelan-pelan, menjadi negara yang mandiri.

Masalah utamanya adalah:
1. Cukup beranikah pengambil keputusan untuk jatuh dan kehilangan kepercayaan internasional ketika di awal pemerintahannya?
2. Besarkah kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, ketika segala krisis terjadi di Indonesia ketika Indonesia berada di level terendah?
3. Apa Amerika akan tinggal diam? Banyak aset perusahaan Amerika yang ada di Indonesia, yang pasti tidak akan kehilangan sumber penghasilan terbesarnya. Apa yang akan mereka lakukan? Membunuh presiden?

N.B.: maap agak ga teratur, maap juga ga banyak data, ini tulisan masih mentah banget.
tapi aku beneran lagi butuh jawaban teman-teman.

4

demokrezy

Posted by nad
buat operator warnet yang OL terus-terusan tapi mau pinter,
aku nganjurin permainan game online politik.

ini dibikin sama bapak (ideologiku) dan teman-temannya, silahkan dicoba.
www.demokrezy.com

keren banget. aku aja sekarang lagi jadi bupati, mau nyoba jadi gubernur trus doakan besok bisa jadi presiden, haha.

Copyright © 2009 nad anak aneh All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.