membumi tahun ini,
well, makasi buat temen-temen yang udah ngritik aku ga cuma ngomong doang, bakal aku evaluasi kinerjaku selama ini. karena gayaku bertarung itu bukan frontal. aku usahakan lebih "nyata" lagi. makasih.
ini posting khusus buat aku pribadi, sebagai pengingat kalo aku buka blog kapan". kalo ga dibaca juga ga papa. hidup toh pilihan
ospek udah lewat meskipun masih banyak kerjaan menunggu seperti follow up ospek, masih nyisain banyak banget kerjaan spt meriksa tugas anak-anak, memperhatikan mereka tidak terjerumus ke apatisan dan sebagainya, meskipun kadang males karena banyak maba yonifku yang rese banget. tapi ya lanjutkan saja perjuangan sbg pemandu.
kegiatan yang banyak ga berarti aku ngambil dikit sks, semester ini bener-bener semester penuh taruhan, karena aku berani ngambil banyak banget sks, ampe maksimal, alias 24sks, ampe aku berani ngambil mata kuliah pilihan yang harusnya cuma boleh diambil ama anak semester7 padahal aku baru semester3. gila banget. tarohannya nilai IP.
padahal kerjaan di kastrat banyak bener, padahal rencananya aku mau bikin penelitian tentang pemilu dan sebagainya. wedew, aku tarohan banyak bener. padahal aku juga mau les bahasa inggris, semoga aja taon depan bisa dapet exchange student ke belanda, aku juga mau belajar autoCAD, archiCAD, 3DsMax, Vertex, gila banyak bener. padahal aku juga harus mempersiapkan kepindahanku ke bem km ugm semester depan, wew.
Papa nawarin kalo taun depan aku masih di Jogja, alias ga dapet yg ke Belandanya, aku ngambil kuliah lagi aja di desain komunikasi visual, meskipun swasta gapapa, soalnya di UGM ga boleh ndobel, wedew.
aku juga pengen terus bisa nulis, nyoba nulis buku, yang sekarang masih belom jelas mau nulis apaan.
rencana besar tapi realisasinya belum ada. yah, ini caraku menantang diri sendiri. hoehehe.
hidupku cuman sebentar. kalo aku disibukan cuma sama cucian seminggu, ga ada gunanya aku hidup.
8/26/2008 06:29:00 PM | | 8 Comments
first case
Belum mulai INFANTRI, ospeknya teknik, kasus pelanggaran udah terjadi. Sebuah tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan telah dilakukan antara panitia, dalam hal ini aku langsung sebut saja mereka Komisi Disiplin, dengan mahasiswa baru yang aku bela.
Ada beberapa pihak yang dilibatkan dalam kasus ini, aku jelaskan latar belakang masing-masing dengan singkat. Mahasiswa baru angkatan 2008, disini sebagai korban, mereka benar-benar baru, karena kejadian pelanggaran itu terjadi bahkan sebelum ospek dimulai, dan dibagikan peraturan peserta maupun panitia.
Panitia, dalam hal ini Komisi Disiplin, sebagai tersangka, tahun ini nama meeka dirubah dari Tata Tertib (TaTib) menjadi KomDis, sebenarnya ingin menghindari presepsi "galak"nya mereka, tapi ternyata, tidak berubah, bahkan mereka lebih tidak tahu aturan.
Dewan Pengawas (DP) dan komisi khusus (komsus), lembaga independen yang menerima laporan pelanggaran yang dilakukan baik oleh panitia maupun peserta.
Aku, disini ikut bersuara, aku dalam status sebagai pemandu. Ospek Teknik kali ini ada 40 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 40an mahasiswa baru, di kelompoku, ada mas reza sebagai partner pemanduku. Aku bersuara disini, karena aku tidak rela ada pelanggaran yang dilakukan semena-mena. Aku bersuara disini, karena ini melanggar hak asasi yang telah disepakati dalam peraturan.
Ceritanya begini, pelanggaran ini terjadi saat briefing ospek, masalah parkir. Parkir bagi mahasiswa baru memang sudah disediakan di sekitar tugu teknik, tapi setelah pukul satu, semua motor mereka harus sudah dipindahkan ke tempat-tempat parkir di tiap jurusan.
Nah, komisi disiplin saat itu sebagai tim keamanan, mereka hanya datang ketika pengusiran motor maba jam satu itu. Mengusir dengan berteriak-teriak, dan itu jelas memang pekerjaan mereka. Dan meminta uang 2ribu untuk ongkos parkir. Ada beberapa motor yang helmnya diambil karena terlambat memindahkan motor, dan untuk menebusnya, dihauskan membayar 5ribu lagi, selain itu hukuman fisik seperti menghadap matahari selama beberapa jam. Bahkan aku juga menemukan maba yang menolak membayar dan melawan, dia disiram dengan air oleh komdis.
Disitanya helm karena motor terlambat dipindahkan itu masuk akal. Tapi untuk menebusnya harus melalui hukuman uang dan fisik itu sudah tidak masuk akal. Lagipula, tidak ada peraturan komdis berhak mengambil uang parkir seharga 2ribu per motor. Karena di Teknik, parkir mahasiswa tidak dipungut bayaran.
Dalam kelompokku, terdapat dua belas anak yang dipungut bayaran 2ribu untuk parkir motor mereka, dan satu anak yang mendapat hukuman khusus karena terlambat memindahkan motor. Aku hanya ingin menggaris bawahi keuntungan meteril yang diperbuat oleh komdis. Kenapa ada pungutan yang menjurus ke pemalakan seperti itu. Uangnya digunakan untuk membeli apa. Istilahnya pertanggungjawaban komisi disiplin, karena mereka telah menggunakan mahasiswa teknik untuk kepentingan pribadi.
Kemarin dalam rapat besar seluruh panitia, mas Reza berusaha mengungkapkan pelanggaran ini kepada DP ataupun komsus, namun yang terjadi adalah, DP tidak menerima pelanggaran yang terjadi sesudah atau sebelum 4hari ospek yang akan datang. Istilahnya, mereka menolak menangani kasus ini. Komisi khusus sama saja, mereka menolak menerima kasus ini karena merasa yang jenis kasus yang seperti ini bukan ditangani oleh mereka, tapi oleh Dewan Pengawas.
Kasarnya, mereka takut terhadap komdis, jadi melempar-lemparkan kasus kesana-kesini. Mas reza tadi malam mengirim sms padku, dia bilang, "Nad, aku ingin marah!! MANA KEADILAN?? Kenapa orang-orang legislatif itu bangga dia itu lembaga legislatif yang independen. Tapi, berhadapan dengan masalah saja TAKUT?? SAMA SAYA JUGA TAKUT, TAPI KENAPA KITA GA BERSATU SAJA??" Aku beruntung memiliki partner seperti mas reza, beliau sangat kritis membela keadilan.
well, tahu kan ada orang yang ngerasa penting karena mereka yang bikin undang-undang, trus kerjaannya mengawasi kegiatan yang terjadi di bawah sini, mereka mondar-mandir ngerasa sok penting karena independen, tapi ga berani tegas atas suatu masalah? DP dan komsus contohnya.
Kenapa mas reza dan pemandu lain takut? Karena kami tidak berhak melawan. Pemandu hanya diperbolehan menerima keluhan pelanggaran yang dilakukan oleh panitia, tapi setelah itu biarkan DP dan komsus yang menangani, karena itu fungsi mereka, meskipun mereka impoten.
Pemandu tidak boleh melangkahi tugas DP.
Kenapa komdis sangat ditakuti? Karena orang-orang itu menggunakan kekerasan tepat di wilayah yang tidak bisa dituntut secara hukum, mereka tahu dibagian mana mereka tidak akan mampu dilawan.
8/19/2008 08:39:00 AM | | 8 Comments
buku blog
kemaren aku ke Toga Mas, dan ngeliat satu kenyataan baru:
Sekarang ini lagi jaman-jamannya banyak buku blog. Aku perhatikan, tren ini ada setelah kesuksesan blog buku kambing jantan punyanya Raditya Dika. Meskipun aku anggap itu buku agak ngga penting, tapi aku coba fair nganalisis kenapa buku itu bisa bestseller.
Well, buku itu jadi best seller, karena buku itu melawan arus. Karena jenisnya beda dari buku-buku kebanyakan waktu itu yang banyakan serius semua. Buku Ayat-Ayat Cinta punyanya Habiburrahman juga jadi best seller karena belum pernah ada buku novel religius sekeren itu sebelumnya. Buku Laskar Pelangi juga bestseller karena menceritakan kehidupan dengan cara yang berbeda.
Coba liat begini, kalau udah banyak buku seperti buku blognya Raditya Dika, yang menawarkan hiburan seperti itu, apa masih mungkin ada salah satu buku yang seperti itu menjadi best seller? Tapi sekaang banyak juga denk, buku-buku baru yang di covernya ada tulisan best seller tapi cuma bohongan?
Setelah aku liat-liat, ternyata bukublog-bukublog yang dibukukan itu semuanya blog aneh seperti raditya dika? Aku memang hampir mengatkan itu blog ga penting, (bisa-bisa aku dimarahin manager dan adikku karena mereka mengidolakan Raditya Dika). Menurutku, kalau di Indonesia udah ada blog aneh begitu yang dijadiin buku, itu udah lebih dari cukup, ga perlu ada blog-blog semacam itu yang dijadiin buku lagi.
Dan, ya ampun, dunia blog itu jauh leih banyak manfaatnya daripada halhal aneh yang di dapet dari blog-blog aneh. Malahan blog-blog lainnya itu lebih penting dijadikan buku daripada blog-blog yang aneh.
Sebut aja blog-blog pemikiran yang keren-keren. Pasti banyak yang keluar. Dari blog pribadi kayak punyanya ressa, blog guebukanmonyet, blognya mas hilmy, blognya mba mia, blog komunitas Jakartabutuhrevolusibudaya, banyak lah pokoknya blog-blog yang dimiliki orang-orang idealis, diantaranya bisa dibuka pake link yang ada di blogku ini.
Tapi kenapa begitu bagusnya blog-blog temanku itu ga dibukukan? Lagi-lagi alasannya pasar. Pasar mengikuti tren yang ada. Atau pasar yang membuat arus, sehingga semuanya takluk pada pasar?
8/19/2008 08:37:00 AM | | 0 Comments
hymne gadjah mada
untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku disuruh menghafal hymne gadjah mada. sebuah lagu yang biasanya dinyanyikan pada saat ospek. dan memang benar, saat ospek teknik tahun ini, pamandu diperintahkan untuk menghafal hymne gadjah mada karena akan dinyanyikan pada saat upacara.
buat aku, yang auditorinya sangat buruk, tidak cepat hapal lagu, tidak kenal nama tapi wajah, dan banyak lainnya, sangat susah menghafal Hymne Gadjah Mada. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku juga tidak hapal lagu Indonesia Raya. Parah, temanku meragukan aku orang Indonesia atau bukan.
Meskipun dibalik Hymne itu maknanya dalem banget, kalau seorang Gadjah Mada harus berbakti pada bangsanya, tapi pengenalannya ke maba baru sangat kurang. maksudku, feelnya sekarang udah ga dapet lagi.
Lagu Indonesia Raya kalo lagi upacara juga aku ga apal. Tapi kalo pas nonton bola Indonesia versus Arab Saudi dulu, aku bisa ngikutin nyanyi Indonesia Raya bahkan sampe nangis.
yah, menurutku sebuah "nasionalisme" atau "universitalisme" tidak bisa hanya bisa disadang seseorang yang hapal sebuah lagu kebangsaan atau lagu hymne. Tapi lebih dari itu, juga harus ada pemantiknya. Misalnya dari hal yang paling sederhana, diadakan pertandingan sepakbola lagi antara Indonesia lawan Arab Saudi, atau pertandingan bulu tangkis Indonesia lawan China.
Atau yang lebih bagusan lagi metodenya, membela dan memajukan Indonesia dari bidang yang lain selain olah raga. Misalnya memperjuangkan kedaulatan Indonesia dari intervensi pihak asing, misalnya menolak penjajahan atas rakyat Indonesia sendiri oleh perusahaan asing, misalnya mengusahakan sebuah desa dengan sumber energi biogas, misalnya minta bantuan dokter-dokter dengan kepedulian tinggi untuk sehari saja memeriksa dengan gratis penduduk desa. Atau apalah, yang bukan hanya menghapal lagu kebangsaan dan hormat pada bendera yang tanpa tahu maknanya apa.
Kalau untuk skala universitas, bisa juga dengan memperjuangkan penghapusan biaya BOP yang buat anak Teknik 75ribu/sks dan buat anak non-eksak 60ribu/sks. Bisa juga perjuangan penghapusan SPMA. lalu kenapa harus hymne?
8/15/2008 09:00:00 AM | | 6 Comments
partner pemandu
beberapa hari lalu, mas fauzi, koor pemandu panitia Infantri, ospeknya teknik, memasangkan aku dengan mas reza, kadep POnya BEM.
jarang dalam satu batalion (nama lain kelompok) pemandunya dua-duanya anak BEM, temen BEM yang laen dipasangin sama bukan orang BEM, atau malah ada yang dua-duanya bukan BEM.
Awal dipasangin lumayan surprise, antara seneng sama bingung mw gimana. Aku seneng karena ga dapet partner yang aneh, misalnya pendiem atau terlalu serius, atau bahkan ga kenal. Tapi juga bingung, dengan mas reza partner pemanduku, ga ada alasan ga menjadikan batalion kami yang paling bagus, paling kritis, paling banyak yang tertarik berjuang lewat BEM.
kalo diliat pasangan partner pemandu laen, kami partner pemandu yang pertama kali bagi tugas, yang laen pada belom ketemu, bahkan ada yang belom tahu orangnya yang mana. di pertemuan itu pembagian tugas, nanti aku ngmngn apaan, mas reza ngmngn apaan, trus masalah dalam batalion biasanya gimana, dan aku disuruh jangan keliatan banget nyuruh mereka demo. disuruhnya pelan-pelan dari belakang, diem-diem tanpa disadari mereka. trus kalo ditanyain baru semangat ngasih tau.
begitu kan mas reza?
yang bikin tambah bingung lagi, kalo pas acara Tour de Grafika, muter-muterin teknik dan outbond yang posnya diisi departemen dan BSO di teknik, siapa yang bakal ke pos departemennya, aku atau mas Reza, karena ga mungkin kedua pemandu meninggalkan bataliyon di waktu yang sama. Mungkin lebih diprioritaskan mas Reza, soalnya dia kan kadepnya PO, sedangkan aku cuma kadiv. Tapi aku udah minta ijin sama kadep Kastrat, mas Miftah, kalo kemungkinan aku ga bisa jaga pos Kastrat.
nah mas reza ini, juga sudah lama baca blogku, itu disana ada linknya udah lama.
waktu pertama kali ngumpul, kami kan ga perlu kenalan lagi, dia malah minta softkopinya tulisan-tulisanku, baik yang aku publish di blog maupun ngga. ternyata, tulisanku bisa dijadikan referensi juga yak buat orang laen, hehe.
ini mas reza tulisannya, aku udah bilang kan, bentar lagi aku nulis tentang mas,
dinikmati ya^^
8/10/2008 04:15:00 PM | | 0 Comments
masa laluku berarti peledakan
Masa-masa paling sulit dalam hidupku adalah ketika SMA. Kata orang, masa SMA adalah masa terindah dalam hidup seseorang, tapi tidak buatku. Karena masa SMA adalah titik balik dalam hidupku. Saat memilih untuk menyembunyikan perasaan dan melarikan diri dari kenyataan, atau menghadapinya dengan penuh perjuangan agar tidak jatuh atau kalah.
Ini semua tentang masalah keluargaku. Keluargaku sekarang memang tidak broken. Untungnya sekarang semuanya sudah selesai dan kami semua, aku dan ketiga adikku, masih bersama. Well, serapa bencinya seorang anak pada kedua orangtuanya, dia tidak penah ingin mereka berdua bercerai. Berharap mereka mati itu mungkin.
Aku sudah ditawari untuk ikut mama atau papa sejak aku kelas 5 SD dan masalahnya masih berlanjut hingga SMA. Aku tahu semua kebusukan papa sekaligus tahu alasan papa menyakiti mama. Aku tidak bisa menyalahkan siapapun. Aku lantas membenci keduanya. Sejak SD hingga SMA aku memutuskan untuk tidak peduli dengan masalah mereka. Terserah apa yang terjadi, aku tidak mau tahu.
Ketika SD aku sudah pernah minggat beberapa kali. Sejak SMP aku sudah berpikir untuk memakai narkoba. Sejak SMA aku sudah berpikir untuk bunuh diri. Saat di SMA, saat-saat palig burukku, aku bergaul dengan anak-anak berandalan yang orangtua mereka broken, aku nyaman berada dengan mereka. Teman-temanku itu tahu bagaimana mengalihkan pemikian. Bagi mereka, dan aku saat itu, orangtua itu kotoran hidup. Pasti dan tidak bisa dialihkan lagi, kecerdasanku di sekolah menurun dan prestasiku tidak ada apa-apanya dibanding dulu.
Sampai tiba suatu hari aku berada di kondisi yang paling menekan seumur hidupku. Malam itu, papa menyalahkanku atas nilai-nilaiku dan mencampuri urusanku yang bukan urusannya. Di rumah saat itu, aku menumpahkan segalanya. Semua perasaanku dan pemikiranku di depan seluruh keluargaku. Aku membuka lebar-lebar rahasia masing-masing mama dan papa apa yang selama ini aku sembunyikan dan betapa tersiksanya aku karena selama ini telah menyembunyikan rahasia itu. Aku mengungkapkannya dengan penuh emosi, meledakkan segala amarah, menumpahkan semua tangisan. Setelah itu mama memlukku, papa juga memelukku. Itu pertama kalinya pelukan yang aku ingat yang pernah diberikan mama dan papa kepadaku.
Setelah peledakan emosi itu, meskipun sebelumnya aku tidak pernah jujur mengatakannya, aku merasa menjadi anak paling bahagia setelah itu. Aku menjadi tahu bahwa mama dan papa menyayangiku dengan cara mereka sendiri.
Ini titik paling emosional dan paling berharga dalam hidupku. Karena kalau saat itu aku ragu tidak mengatakan apa-apa pada semua orang dan takut kalau keluargaku akan hancur, aku tidak akan pernah merasakan menjadi anak yang paling bahagia sedunia.
Kalau saat itu aku tidak meledak, aku akan tumbuh menjadi anak berandalan seperti teman-temanku itu sekarang, aku akan tersiksa dengan perasaan dan penutupan rahasia itu, dan aku tidak pernah sadar bahwa kedua orangtuaku sangat menyayangiku.
n.b.: makasih buat mas fauzi yang udah ngasih tugas paper "caraku mengatasi saat paling emosionalku". sekarang semuanya sudah banyak yang tahu, sebelumnya hanya kekasihku dan managerku yang tahu masalah ini, semoga banyak yang dapat mengambil pelajaran dari masalaluku. seandainya mama dan papa disana membaca blogku, mereka pasti lebih mengenalku sebagai manusia.
n.b.: selama ini banyak teman yang menganggap hidupku sempurna. tapi kenyataannya tidak.
8/10/2008 04:09:00 PM | | 2 Comments
pahlawan itu ga nyaman
manusia sering ngelewatin banyak tahapan pengambilan keputusan dalam hidupnya,
dulu aku pernah, memutuskan untuk bilang semuanya sama keluargaku, tentang masalah yang aku sembunyikan selama ini dari mereka, sambil berpikir, ini bener atau ngga, bagaimana kalao ntar akhirnya jadi tambah runyam masalahnya, gimana kalo aku bilang, keluargaku malah hancur, trus nglakuin hal-hal yang aku ragu, ini penting atau ngga penting, yah, pengambilan keputusan ada di tiap hari dalam hidup kita.
belakangan managerku merasakan hal ini, dia kuliah di jogja, jauh dari rumahnya di jakarta, dia pernah ragu sama semua ini, "nad, aku bukan takut, cuma ngeri aja, kadang aku berpikir, apa yang aku lakukan semua ini bener?"
dia ada di daerah nggak amannya. berada dalam suatu kondisi yang kita sama sekali ga pernah ngerasain dalam jangka waktu yang lama ngbuat siapapun ngrasa ragu awalnya.
tapi ngrasa nggak aman, bukan berarti harus waspada selamanya.
justru di saat-saat nggak nyaman seseorang, disitulah muncul kehebatannya. gimana ketangguhan seseorang bisa muncul kalo dia cuman tidur di rumah, makan tinggal makan, ga usah nyari sendiri? kalau ada di tempat ga aman, seseorang terpacu buat bisa survive, dari usaha untuk survive itulah dari dalam dirinya keluar kehebatan sesungguhnya.
semuanya harus ada pemicunya. detective conan jadi seru karena dia diminumin APTX, trus badannya mengecil, kalo ga gitu, Aoyama Gosho harus lebih banyak nyari ide buat cerita detektifnya.
film L Change The World jadi seru karena L nulis kematiannya sendiri di deathnote 23hari lagi abis itu ngbakar Deathnote. (selaen karena kerennya Kenichi Matsuyama karena maen jadi L, hoho, lagi tergila-gila sama Lewlies)
para founding fathers negara ini dulu juga jadi pahlawan karena ga terima bangsa sendiri dijajah bangsa orang lain. kita semua juga jadi pahlawan bangsa ini, dan berjuang demi indonesia (meskipun dengan berbagai cara) karena banyak yang harus diperbaiki dari keseluruhan bangsa ini.
kita semua ga mungkin bisa jadi pahlawan, kalau seandainya kita lahir di amerika misalnya, yang negaranya udah maju, yang ga ngebutuhin pemuda-pemudanya lagi, makanya pemuda-pemuda disana ga ada kerjaan jadi banyak yang ng-drugs.
setidaknya, kepahlawanan muncul dari ketidakadilan. dan untuk berusaha bersifat pahlawan, tidak bisa hanya tidur di kamar, makan sekenyang-kenyangnya, dan maen The Sims sampe ga kenal waktu (nyindir diri sendiri), bersaha bersifat pahlawan, berarti terjun ke daerah ngga nyaman.
Spiderma ga akan jadi pahlawan kalo dia ga rela ngronda malem-malem buat nangkep penjahat, kalo dia ga rela nilai-nilainya juga turun, kalo dia bakal sering tidur di kelas, dan kemugkinan hubungannya sama M.J. jadi buruk. (liat Spiderman2). Spiderman ga akan jadi pahlawan kalo dia tidur-tiduran di apartemennya.
8/03/2008 03:29:00 PM | | 3 Comments
aku
- nad
- Jogja, Indonesia
- freeLANDer, freeTHIINKer, freeWRITEr, freeREADer, architect, creativeDESIGNer, PHOTOSHOPer, CORELer, GUITARist, PILOKer, DISCUSSier, EATer, LAUGHer, LOVEr
- aiang aikal
- ardy seto
- arif KA
- asti satu
- denny eko
- dimas agil
- doni
- dwinna
- emel
- erwin jahja
- fikri hidayat
- gandul-gandul
- gilang
- ian
- mas abas
- mas adhi
- mas faaz
- mas fauzi
- mas firman
- mas frizky
- mas hafiq
- mas hilmy
- mas miftah
- mas rendhy
- mas reza
- melyn
- mita
- musyafa
- nasikun
- ninan
- om makbul
- pari
- pras
- raisa
- sau
- si lebah kecil
- sino
- tifa
- yadhi
- zy





